Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Presiden Jokowi Berharap di 2017 Tidak Ada Kata Pesimistis
Lampungpro.co, 13-Jan-2017

Amiruddin Sormin 1143

Share

JAKARTA (Lampro): Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur karena di tengah melambatnya ekonomi global pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa dikatakan baik. Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi negara kita tahun 2016, data terakhir yang saya peroleh memang masih untuk triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4 belum saya terima. Jadi belum bisa menyampaikan berapa pertumbuhan ekonomi 2016. Tetapi paling tidak pada triwulan yang kedua dan ketiga 5,18 dan 5,02 adalah sebuah angka yang patut kita syukuri, kata Presiden Jokowi saat mengawali pidatonya pada pertemuan awal tahun pelaku industri keuangan, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/1/2017) pagi.

Presiden Jokowi berharap pada tahun 2017 ini tidak ada kata pesimis. Kesulitan serta tantangan yang banyak apapun, kata Presiden, harus dihadapi dengan rasa optimisme. Ini masalah psikologis. Dunia juga sama, kalau pemimpin-pemimpinnya tidak memberikan rasa optimis bagaimana rakyatnya, ujarnya.

Presiden menjelaskan, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang lain terutama untuk G20, Indonesia masih pada urutan yang ke-3 setelah India dan Tiongkok. Artinya, Indonesia pada posisi yang sangat baik. Namun demikian, Presiden mengingatkan ini pun harus terus diperbaiki. Terkait inflasi, Presiden meminta supaya angka-angkanya disampaikan kepada rakyat untuk menguatkan rasa optimisme bahwa fundamental ekonomi Indonesia adalah baik.

Menurut Presiden, pada 2016, inflasi berada di angka 3,35. Sebelumnya, pada tahun-tahun yang lalu, angka inflasi 89 persen. Tahun ini, sudah bisa kita injak sampai dengan 3,35. Ini juga bukan angka yang mudah. Bukan angka yang mudah diperoleh, jelas Presiden.

Adapun angka-angka yang berkaitan gini ratio, menurut Presiden, posisi Indonesia pada warna kuning menuju merah. Ia menyebutkan, lebih dari 14 tahun, gini ratio Indonesia naik terus, yang terakhir 0,41. Tapi Alhamdulillah tahun kemarin bisa diturunkan menjadi 0,397. Turunnya sedikit, tapi turun jangan naik, tutur Presiden.

Angka kesenjangan itu, dinilai Presiden Jokowi menjadi tantangan terberat. Untuk itu, Presiden meminta para pelaku industri keuangan dan juga semuanya berkepentingan untuk memperkecil gap ini, gap antar wilayah, dan gap antara kaya dan miskin. Presiden berharap posisi kesenjangan ini diperbaiki. Kesenjangan kaya dengan miskin, kesenjangan wilayah. Hati-hati ini tantangan terberat kita ada di sini, tegas Presiden.

Usaha Kecil
Terkait angka pertumbuhan kredit, Presiden Jokowi berpesan agar seluruh industri jasa keuangan terutama perbankan agar betul-betul melihat pertumbuhan kredit. Pada 2015, sebagaimana disampaikan Ketua OJK Muliaman Hadad, menurut Presiden, 9 persen. Lalu 2016 turun sedikit menjadi 8,14 persen. Sementara 2017 ditargetkan bisa tumbuh 8-12 persen.

Angka pertumbuhan kredit itu hati-hati. Tolong, saya minta arahkan kepada usaha-usaha kecil, arahkan kepada usaha-usaha mikro. Arahkan kepada nelayan untuk sisi produktif, arahkan kepada petani untuk sisi-sisi produktif bukan konsumtif, pesan Presiden. (R1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved