Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Prospek Keuangan Syariah 2017 Terbuka
Lampungpro.co, 16-Jan-2017

Lukman Hakim 1023

Share

Prospek 2017

JAKARTA (Lampro): Prospek keuangan syariah 2017, di Indonesia terbuka menyusul dukungan pemerintah yang mengeluarkan sejumlah regulasi di samping terus gencarnya sosialisasi. Hal itu hasil studi Center for Islamic Studies in Finance Economics, and Development (CISFED).

"Saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan keuangan syariah di Indonesia, didukung pula oleh keberadaan Otoritas Jasa keuangan yang terus mensosialisasikan keuangan syariah," kata Direktur Eksekutif CISFED Intan Syah Ichsan saat berkunjung ke Kantor Berita Antara di Jakarta, Senin (16/1/2017).

Menurutnya, sekalipun sistem keuangan syariah di Indonesia masih baru dan belum terlalu dikenal oleh kalangan masyarakat, tapi dukungan pemerintah serta gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemangku kepentingan, menjadikan sistem keuangan itu di tahun-tahun mendatang akan lebih terbuka dan prospektif.

Keuangan syariah di Indonesia mencatat pertumbuhan aset yang cenderung turun sejak 2011. Di mana, sumbangan terbesar berasal dari perbankan syariah, meskipun pada tahun 2015 justru terlihat aset keuangan syariah terbesar tidak lagi berasal dari perbankan syariah sebesar Rp296,3 triliun. Tapi, justru berasal dari sukuk outstanding Rp303 triliun.

Pada 2016, kata dia, perbankan syariah menembus target pangsa pasar lima persen yang dicapai dengan aksi kerja sama BPD Aceh berupa konvensi menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

"Gerakan literasi mengenai keuangan syariah juga sudah gencar dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadikan masyarakat menjadi memahami dan peduli terhadap sistem itu," kata dia.

CISFED, kata Intan, juga akan memainkan perannya terhadap perkembangan keuangan syariah. Serta, mengambil posisi untuk menjembatani pelaku usaha dalam industri itu agar dapat bersinergi menciptakan iklim keuangan syariah yang sehat dan tumbuh pesat di Indonesia.

Ketua Dewan Pembina CISFED Farouk Abdullah Alwyni mengatakan pihaknya sudah dan akan menerbitkan jurnal mengenai kajian keuangan syariah. Jurnal itu akan disebarluaskan ke masyarakat dengan maksud ingin lebih mempopulerkan keuangan syariah. "Jurnal pertama hingga ketiga sudah kita terbitkan dan akan terbit jurnal keempat," kata dia. (*)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved