BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Menyikapi adanya bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Indonesia beberapa hari ini, sejumlah komunitas yang diinisiasi Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung, akan bergerak melakukan penggalangan dana dan lainnya. Hingga kini penggalangan dana tersebut sudah berlangsung.
Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra mengatakan, bencana alam yang terjadi di Indonesia mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, longsor di Sumedang, banjir di Kalimantan Selatan, hingga gempa di Majene Sulawesi Barat membuat sejumlah komunitas tergerak untuk membantu. Atas hal ini, ACT melakukan status emergency respons yang memungkinkan relawan untuk bergerak.
"Status emergency respons ini, memungkinkan relawan untuk hadir di tempat-tempat bencana. Ini dalam rangka membantu masyarakat atau korban dari bencana alam tersebut, bisa juga dengan galang dana, aksi komunitas, lelang, dan lainnya," kata Hermawan Wahyu Saputra saat ditemui Lampungpro.co, Senin (18/1/2021) sore.
Saat peristiwa bencana jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182, ACT juga mengerahkan tim rescue untuk membantu mengevakuasi korban. Begitu juga bencana longsor di Sumedang, dimana banyak relawan ACT yang tergerak membantu aksi kemanusiaan.
"Selanjutnya 14 hari kedepan, ACT se-Sumatera akan mengirimkan bantuan bwrupa kapal kemanusian yang berisi 1.000 ton perkapal. Ada pun isi bantuan tersebut, berupa bahan pokok maupun barang untuk korban bencana tersebut," ujar Hermawan.
Untuk di Lampung sendiri, rencananya akan mengumpulkan barang kebutuhan selama 14 hari dari berbagai donatur dan sejumlah komunitas di Lampung. Diharapkan akhir Januari 2021 ini, kapal kemanusiaan tersebut bisa bergerak. Nantinya ada tiga lokasi yang akan dikerahkan yakni di Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, serta se-Sumatera.
"Untuk di Sumatera, itu kemungkinan ada tiga tempat kapal kemanusian yaitu Medan, Riau, dan Palembang. Mungkin nanti kita lihat stok logistik, karena memang saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan cuaca di lautan yang tak menentu," jelas Hermawan.
Hingga kini penggalangan dana berlangsung selama tiga hari, oleh Gaspol Lampung di Tugu Adipura, Sahabat Traveller Lampung di Lungsir, serta MRI Bandar Lampung. Ada pun nanti aksi-aksi lainnya akan dilakukan di fase emergency respons. (ADELIA/PRO3)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17097
Lampung Selatan
5661
140
06-Apr-2025
213
06-Apr-2025
455
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia