BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Kecukupan gizi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan selama masa remaja, terutama bagi remaja putri yang mengalami perubahan fisik dan perkembangan sistem reproduksi. Salah satu kebutuhan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus adalah zat besi, mengingat menstruasi menyebabkan tubuh kehilangan darah secara berkala.
Di sisi lain, perubahan pola konsumsi membuat remaja semakin mudah mengakses berbagai jenis makanan dan minuman kekinian, termasuk fast food dan makanan ultra-proses. Kondisi ini mendorong pentingnya pemahaman mengenai kualitas pola makan dan pemenuhan zat gizi untuk mendukung kesehatan remaja.
Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis, Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Mereka melakukan penelitian untuk mengkaji hubungan kualitas diet, indeks massa tubuh (IMT), konsumsi fast food, serta asupan energi, protein, dan zat besi dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di wilayah perkotaan.
Penelitian ini diketuai Andra Vidyarini, S.Gz., M.Si., bersama anggota tim dr. Firdawati, S.Ked., M.K.M., Nathasa Khalida Dalimunthe, S.Gz., M.Gz., dan Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gz. Kegiatan penelitian tersebut didukung dana Hibah DIPA Polinela Tahun 2026 melalui skema Penelitian Dosen Pemula.
Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga September 2026 dengan melibatkan 83 remaja putri dari salah satu SMA di Bandar Lampung. Tim peneliti mengamati sejumlah aspek, mulai dari kualitas diet dan status gizi berdasarkan IMT menurut umur (IMT/U), hingga konsumsi makanan cepat saji serta kecukupan asupan energi, protein, dan zat besi.

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 80 persen responden memiliki siklus menstruasi dalam kategori normal. Sementara itu, sebagian besar remaja putri yang menjadi responden juga mempunyai status gizi normal berdasarkan IMT/U.
Dari aspek konsumsi zat gizi, asupan energi dan protein para responden secara umum berada dalam kategori normal. Namun, tim peneliti menemukan bahwa asupan zat besi masih berada di bawah rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Berikan Komentar
Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...
4203
Kominfo LamSel
765
Olahraga
784
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia