Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Sering Ngamuk, Warga Palembang Ditemukan Tewas Dengan Tangan dan Kaki Terikat di Bandar Lampung
Lampungpro.co, 08-Aug-2022

Febri Arianto 1005

Share

Suasana di Rumah Ditemukanya Warga Palembang Tewas Terikat di Bandar Lampung | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Warga di Jalan Romo Wijoyo, Gang Puskesmas, Kelurahan Sawah Lama, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat, Senin (8/8/2022). Korban diketahui bernama Zaidi (52), warga Palembang, Sumatera Selatan.

Lurah Sawah Lama, Ridwansyah mengataka, korban merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Korban tinggal di Bandar Lampung di rumah keluarga iparnya.

"Jadi korban ini tinggalnya tidak menetap, dari Palembang menujah orang, lalu kabur ke Lampung. Saat di Lampung, dia mencuri tv di rumah kakak iparnya sedang kosong, lalu ditangkap masyarakat dan diserahkan ke Polsek," kata Ridwansyah.

Namun korban dinyatakan punya penyakit gangguan jiwa, lalu pihaknya berkoordinasi dengan keluarga, untuk dibawa ke rumah sakit jiwa. Namun pihak rumah sakit diminta pertanggungjawaban, namun pihak keluarga korban di Palembang kurang merespon dan tidak ada kepastian.

"Karena itu, korban akhirnya dibawa pulang lagi ke rumah keluarga iparnya. Namun korban ini sering mengamuk, sehingga korban diikat tangannya, takut kabur dan lainnya," ujar Ridwansyah.

Namun saat hendak diberi makan, pagi harinya korban ditemukan meninggal dunia. Diduga korban ini membenturkan diri kepalanya ke tembok, karena ada bekas bercak darah.

Sementara itu, keluarga korban di Bandar Lampung bernama Junainah, membenarkan korban ODGJ dan sering mengamuk. Atas dasar itu, pihak keluarga di Lampung mengikat tangannya.

"Iya itu adik ipar saya, dia tempat tinggalnya tidak menentu dan tidak punya pekerjaan, bahkan pernah masuk rumah sakit jiwa. Dia ini sering melukai orang-orang, bahkan keluarga sempat ditimpuk," jelas Junainah.

Korban diketahui sering mengamuk, apabila tidak dikasih uang. Korban ditemukan meninggal dunia oleh anak Junainah saat memberinya sarapan. (***)

Editor : Febri Arianto


Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

17157


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved