Bupati menyebut bahwa kawasan mangrove memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, sebab jika jumlahnya berkurang, yang hilang bukan hanya pohon, tetapi juga pelindung pantai, tempat hidup biota laut, dan keseimbangan ekosistem pesisir.
Bupati berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan lanjutan yang lebih masif, berkelanjutan, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah KOPRI sebagai organisasi perempuan yang mampu menginisiasi gerakan nyata, bukan hanya diskusi. Spirit ini patut dicontoh. Lingkungan membutuhkan aksi, bukan hanya wacana,” tambahnya.
Kabid Pengelolaan DAS Dishut Provinsi Lampung, Awal Budiantoro, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menyambut baik gerakan ini.
Dirinya menyampaikan bahwa kehadiran Mangrove bukan sekadar pohon iconik pesisir, melainkan benteng alami yang menahan abrasi, meredam gelombang, mengurangi risiko banjir rob, dan menjaga stabilitas garis pantai.
"Di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi beberapa waktu terakhir, penanaman mangrove adalah langkah strategis,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolik oleh Bupati, dokumentasi, serta talkshow lingkungan dengan menghadirkan Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati sebagai narasumber.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
4618
Lampung Selatan
1389
Bandar Lampung
1415
Bandar Lampung
2738
Kominfo Lampung
1428
1015
28-Feb-2026
1389
28-Feb-2026
2738
27-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia