Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Terlilit Hutang, Pria di Penawar Jaya Tulang Bawang ini Gantung Diri di Pohon Rambutan
Lampungpro.co, 02-Jun-2022

Amiruddin Sormin 1559

Share

Ilustrasi gantung diri. LAMPUNGPRO.CO/DOK

BANJAR AGUNG (Lampungpro.co): Sesosok mayat pria tergantung di pohon rambutan, Rabu (1/6/2022), pukul 00.15 WIB, di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Korban diketahui berinisial KM (40), merupakan warga Kampung Agung Jaya, Kecamatan Banjar Margo.


Menurut Kapolsek Banjar Agung, AKP M Taufiq,  peristiwa itu merupakan murni bunuh diri. "Dari hasil pemeriksaan fisik terhadap tubuh korban yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Penawar Jaya, penyebab korban meninggal akibat luka jerat di leher," kata AKP M. Taufiq, Kamis (2/6/2022).

Menurut keterangan AW (22)  yang juga adik ipar korban, mulanya Selasa (31/5/2022), pukul 19.30 WIB, korban datang ke rumah mertuanya untuk meminjam uang  Rp 5 juta. Uang itu sebagai tambahan modal usaha vulkanisir ban. Namun, tidak diberikan oleh mertuanya.

Pukul 22.10 WIB, korban keluar rumah dengan alasan untuk mencari sinyal dan diikuti oleh saksi secara diam-diam. Ternyata benar korban menelpon seseorang dengan menggunakan bahasa ogan yang tidak dimengerti saksi. Lalu saksi masuk kembali ke dalam rumah dan tidur.

Saksi kemudian dibangunkan oleh istrinya hari Rabu (1/6/2022), pukul 00.13 WIB, karena korban belum kembali ke rumah. Saksi lalu meminta ditemani oleh temannya berinisial GN als GR (49), warga Kampung Penawar Jaya.

"Mereka lalu mencari korban ke belakang rumah, dan ternyata korban   tergantung di pohon rambutan menggunakan tali tambang warna hijau. Saksi lalu memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga," jelas AKP Taufiq.

Petugas yang mendapatkan informasi tentang peristiwa bunuh diri langsung berangkat menuju lokasi. Setelah tiba di lokasi bersama dengan warga menurunkan korban dan membawanya ke rumah mertua korban.

"Hasil pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak keluarga, penyebab korban nekat melakukan bunuh diri karena terlilit hutang kepada banyak orang," kata Kapolsek.

Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan kepada petugas yang isinya menolak untuk dilakukan otopsi dan  menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Rosario 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16078


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved