Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Tim Polinela Kembangkan Smart Greenhouse dengan Irigasi Tetes Air Hujan Ramah Lingkungan
Lampungpro.co, 15-Sep-2025

Sandy 66347

Share

Tim dosen Polinela saat melakukan penelitian sistem irigasi tetes berbasis pemanenan air hujan yang diterapkan pada smart greenhouse | Lampungpro.co/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim peneliti dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berhasil menghadirkan terobosan baru dalam teknologi pertanian berkelanjutan.

Tim merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis pemanenan air hujan (rainwater harvesting) yang diterapkan pada smart greenhouse atau rumah kaca pintar.

Inovasi ini digadang-gadang mampu menjawab tantangan krisis air sekaligus mendorong praktik pertanian yang efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Ketua tim peneliti, Aniessa Rinny Asnaning, menjelaskan bahwa sistem ini memadukan dua teknologi utama, yakni pengumpulan air hujan dan distribusi air melalui irigasi tetes otomatis.

Dengan dukungan sensor kelembapan tanah serta sistem pengaturan iklim mikro, aliran air ke tanaman dapat diatur secara presisi sesuai kebutuhan.

“Pengintegrasian rainwater harvesting dan irigasi tetes otomatis menjadi langkah progresif dalam menghadapi perubahan iklim dan keterbatasan air. Teknologi ini menunjukkan bahwa pertanian modern bisa lebih cerdas, hemat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Aniessa, Jumat (15/8/2025).

Menurut Aniessa, pemanfaatan air hujan sebagai sumber irigasi sangat relevan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Atap greenhouse sendiri memiliki potensi besar sebagai area tangkapan air.

Studi yang dilakukan tim Polinela menunjukkan bahwa air hujan yang ditampung dari atap greenhouse mampu memenuhi sekitar 61,5–69 persen kebutuhan irigasi. Tak hanya itu, penggunaan sistem ini juga berkontribusi pada penurunan suhu di dalam greenhouse sebesar 1,3–3,6 derajat Celsius.

Hasil ini menunjukkan adanya dampak positif terhadap iklim mikro yang lebih stabil untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Selain efisiensi air, pemanfaatan air hujan juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, menekan risiko erosi, serta mengurangi polutan yang terbawa aliran air permukaan.

Sistem irigasi tetes otomatis yang dikembangkan Polinela dilengkapi dengan sensor kelembapan tanah dan pengatur waktu. Air dialirkan langsung ke akar tanaman melalui pipa kecil, sehingga distribusi lebih merata, tidak boros, dan sesuai kebutuhan tanaman.

“Dengan kontrol presisi ini, air tidak lagi terbuang sia-sia. Petani juga bisa menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman,” tambah Aniessa.

Dari sisi biaya, teknologi ini juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan sistem irigasi konvensional. Efisiensi pemanenan air hujan tercatat mencapai 66 persen, angka yang cukup signifikan untuk mendukung pertanian di wilayah dengan pasokan air terbatas.

Inovasi yang lahir dari riset Polinela ini tidak hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga menawarkan solusi nyata untuk pertanian masa depan: mandiri dalam penggunaan air, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Aniessa berharap, dengan dukungan pemerintah, regulator, maupun dunia usaha, teknologi smart greenhouse berbasis air hujan ini dapat diadopsi lebih luas oleh petani maupun pelaku agribisnis.

“Harapannya, teknologi ini bisa menjadi tonggak penting dalam perjalanan pertanian Indonesia menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” katanya. (***)

Editor : Sandy,

Berikan Komentar

Anonymous


Informasi yang sangat bermanfaat. thanks Unissula Universitas Islam

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kirim Rilis, Minta Gratis

Menghargai media berarti ikut menjaga ruang informasi publik agar...

840


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved