Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Transformasi Budidaya Jamur, Unila Kenalkan Teknologi IoT dan Biokonversi Maggot BSF di Pringsewu
Lampungpro.co, 14-Aug-2026

Irsyad 338

Share

Tim PKM Universitas Lampung mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat melalui PKM Kemdiktisaintek 2026. | Lampungpro.co/Dok. UNILA

Pringsewu (Lampungpro.co) : Tim dosen dan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menghadirkan inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan usaha budidaya jamur pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangan Lestari di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Inovasi tersebut berupa penerapan sistem monitoring suhu dan kelembaban kumbung berbasis Internet of Things (IoT), sistem penyiraman otomatis, serta pemanfaatan limbah log jamur melalui biokonversi menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Program ini diarahkan untuk membantu KWT Pangan Lestari melakukan transformasi budidaya jamur dari sistem konvensional menuju sistem yang lebih efisien, berbasis data, dan berkelanjutan. adalah hasil dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

KWT Pangan Lestari merupakan kelompok produktif yang bergerak dalam budidaya jamur tiram putih. Kelompok ini telah menjalankan usaha sejak tahun 2019 dan mengelola sekitar 1.000 log jamur. Dalam kondisi awal, produksi jamur berada pada kisaran 8–10 kilogram per hari. Namun, pengelolaan suhu dan kelembaban kumbung masih dilakukan secara manual berdasarkan pengalaman anggota sehingga kondisi lingkungan tumbuh belum dapat dipantau secara terukur.

Selain persoalan pengelolaan lingkungan kumbung, KWT Pangan Lestari juga menghadapi permasalahan limbah log jamur pascapanen. Limbah tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian masih dibakar atau ditimbun. Kondisi ini tidak hanya berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga menyebabkan sumber daya yang sebenarnya masih memiliki potensi ekonomi belum termanfaatkan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim Universitas Lampung menerapkan teknologi monitoring suhu dan kelembaban berbasis IoT yang dipadukan dengan sistem penyiraman otomatis. Teknologi tersebut memungkinkan kondisi lingkungan kumbung dipantau secara lebih terukur sehingga anggota kelompok dapat menggunakan data suhu dan kelembaban sebagai dasar dalam menentukan tindakan pengelolaan budidaya.

Sistem penyiraman otomatis juga dirancang untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap proses penyiraman manual. Sebelumnya, penyiraman dapat dilakukan dua hingga tiga kali dalam sehari dan dapat meningkat pada musim kemarau. Dengan adanya otomatisasi, proses pengelolaan kumbung diharapkan menjadi lebih efisien sekaligus membantu menjaga kondisi lingkungan tumbuh jamur secara lebih konsisten.

Tidak hanya mengembangkan aspek digitalisasi budidaya, tim Universitas Lampung juga memperkenalkan pengelolaan limbah log jamur melalui proses biokonversi menggunakan maggot BSF. Limbah log jamur dimanfaatkan kembali sebagai bahan dalam proses biokonversi sehingga berpotensi menghasilkan produk berupa pupuk organic bekas maggot (kasgot) dan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak alternatif.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

15637


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved