Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Transformasi Budidaya Jamur, Unila Kenalkan Teknologi IoT dan Biokonversi Maggot BSF di Pringsewu
Lampungpro.co, 14-Aug-2026

Irsyad 335

Share

Tim PKM Universitas Lampung mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat melalui PKM Kemdiktisaintek 2026. | Lampungpro.co/Dok. UNILA

Integrasi antara teknologi IoT dan pemanfaatan limbah tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep circular economy dalam usaha budidaya jamur. Melalui pendekatan ini, kegiatan produksi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga mengurangi limbah dan menciptakan potensi nilai tambah dari sisa hasil produksi.

Program pengabdian ini diketuai oleh Nadia Maharani, S.Pt., M.Si., dosen Program Studi Peternakan Universitas Lampung. Dalam pelaksanaannya, Nadia berkolaborasi dengan Rizkima Akbar Setiawan, S.T., M.T., dosen bidang Teknik Informatika Universitas Lampung, serta Ir. Rabiatul Adawiyah, M.Si. Kolaborasi lintas bidang tersebut mengintegrasikan kompetensi peternakan, agribisnis, teknologi informasi, serta pemanfaatan teknologi tepat guna untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari dua bidang keilmuan. Dari Teknik Informatika, mahasiswa yang terlibat adalah Bagas Pangestu dan Elthon Jhon Kevin. Sementara itu, dari bidang Peternakan terdapat Daffa Fauzan Kamilo dan Muhammad Nur Irwansyah. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat. Mahasiswa Teknik Informatika terlibat dalam aspek teknologi, khususnya penerapan dan pengoperasian sistem berbasis IoT, sedangkan mahasiswa Peternakan terlibat dalam kegiatan pendampingan budidaya, pengelolaan limbah, dan penerapan biokonversi maggot BSF.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga pendampingan dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik langsung agar anggota KWT dapat memahami teknologi yang diterapkan sekaligus memperoleh keterampilan dalam pengoperasian dan pemeliharaannya.

Ketua tim pengabdian, Nadia Maharani, menjelaskan bahwa penerapan teknologi dalam program ini diarahkan agar mudah digunakan dan sesuai dengan kondisi kelompok masyarakat. “Melalui penerapan IoT, anggota KWT dapat memantau suhu dan kelembaban kumbung secara lebih terukur sehingga pengelolaan budidaya tidak hanya bergantung pada perkiraan. Pada saat yang sama, limbah log jamur yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah melalui biokonversi maggot BSF sehingga memiliki nilai guna dan potensi nilai ekonomi,” jelas Nadia.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

15637


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved