Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Webinar Nasional IIB Darmajaya, Regulasi Pusat Dinilai Belum Terimplementasi Baik di Desa
Lampungpro.co, 24-Feb-2021

Febri 647

Share

Webinar IIB Darmajaya | Ist/Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melaksanakan Webinar Nasional Menuju Kongres Nasional Anak Desa (KNAD) 2021 dengan tema Membangun Ekonomi Indonesia dari Desa, Selasa (23/02/2021). Rektor IIB Darmajaya Firmansyah turut jadi pembicara, dengan moderator Aldi Juliansyah.

Kemudian Direktur Eksekutif Cafe Akademia Abdi Sumaithi, Anggota DPD RI Asep Falahudin, Ketua Umum Kopindo Moch. Fahmi Abduh, dan Direktur Eksekutif  Suwaif Amiruddin Fundation (SAF). Rektor IIB Darmajaya Firmansyah mengatakan, perhatian pemerintah pusat menjadikan desa lebih berkembang, sesuai dengan yang diharapkan sangat tinggi.

"Hal itu dapat dibuktikan dengan tersalurkannya dana desa (DD), agar pembangunan di desa lebih menggeliat. Jika desa maju, maka negara (pemerintah) juga dapat maju. Persoalannya, semua kebijakan terkait pengembangan dan pembangunan desa belum terimplementasi dengan baik, kata Firmansyah.

Hal yang paling penting dalam pembangunan desa adalah adanya regulasi dari pemangku kepentingan, sehingga terbit UUD Nomor 6/2014 Pasal 86 tentang sistem informasi desa perlu adanya aturan turunananya. Saat ini IIB Darmajaya berkolaborasi dengan Pemprov Lampung, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT), serta Disdukcapil guna mewujudkan Smart Village.

"Saat ini smart village sudah dilakukan di empat desa dari yakni Desa Hanura dalam pengembangan Desa Digital, Desa Cintamulya dalam pengembangan pertanian terintegrasi, dan Desa Sribhawono dalam pengembangan desa wisata. Serta Desa Podomoro dalam pengembangan desa kerajinan dan industri perumahan. Ini juga bisa diadopsi seluruh desa di Indonesia, ujar Firmansyah.

Dilain pihak Ketua Pelaksana KNAD 2021 Andri Wiguna mengungkapkan, webinar nasional ini akan dilakukan secara bertahap dan akan dilakukan di tiga wilayah. "Diantaranya bagian barat pada tahun 2021, bagian wilayah tengah tahun 2022, dan kegiatan di wilayah timur pada tahun 2023," ungkap Andri Wiguna.

Sedangkan Ketua Umum Kopindo Asep Falahuddin menjelaskan, bicara desa harus secara komprehensif dan berkesiambungan. Bicara ekonomi desa ada tiga poin yang harus diselesaikan, diantaranya ketimpangan infrastruktur, SDM, dan sumber energi yang terpusat.

Dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat sudah luar biasa. Namun hal ini tentunya implementasi di desa butuh monitoring agar stimulus, yang sudah disalurkan pusat tepat sasaran, jelas Asep Falahudin. (RLS/PRO3)


Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16537


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved