BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melaksanakan Webinar Nasional Menuju Kongres Nasional Anak Desa (KNAD) 2021 dengan tema Membangun Ekonomi Indonesia dari Desa, Selasa (23/02/2021). Rektor IIB Darmajaya Firmansyah turut jadi pembicara, dengan moderator Aldi Juliansyah.
Kemudian Direktur Eksekutif Cafe Akademia Abdi Sumaithi, Anggota DPD RI Asep Falahudin, Ketua Umum Kopindo Moch. Fahmi Abduh, dan Direktur Eksekutif Suwaif Amiruddin Fundation (SAF). Rektor IIB Darmajaya Firmansyah mengatakan, perhatian pemerintah pusat menjadikan desa lebih berkembang, sesuai dengan yang diharapkan sangat tinggi.
"Hal itu dapat dibuktikan dengan tersalurkannya dana desa (DD), agar pembangunan di desa lebih menggeliat. Jika desa maju, maka negara (pemerintah) juga dapat maju. Persoalannya, semua kebijakan terkait pengembangan dan pembangunan desa belum terimplementasi dengan baik, kata Firmansyah.
Hal yang paling penting dalam pembangunan desa adalah adanya regulasi dari pemangku kepentingan, sehingga terbit UUD Nomor 6/2014 Pasal 86 tentang sistem informasi desa perlu adanya aturan turunananya. Saat ini IIB Darmajaya berkolaborasi dengan Pemprov Lampung, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT), serta Disdukcapil guna mewujudkan Smart Village.
"Saat ini smart village sudah dilakukan di empat desa dari yakni Desa Hanura dalam pengembangan Desa Digital, Desa Cintamulya dalam pengembangan pertanian terintegrasi, dan Desa Sribhawono dalam pengembangan desa wisata. Serta Desa Podomoro dalam pengembangan desa kerajinan dan industri perumahan. Ini juga bisa diadopsi seluruh desa di Indonesia, ujar Firmansyah.
Dilain pihak Ketua Pelaksana KNAD 2021 Andri Wiguna mengungkapkan, webinar nasional ini akan dilakukan secara bertahap dan akan dilakukan di tiga wilayah. "Diantaranya bagian barat pada tahun 2021, bagian wilayah tengah tahun 2022, dan kegiatan di wilayah timur pada tahun 2023," ungkap Andri Wiguna.
Sedangkan Ketua Umum Kopindo Asep Falahuddin menjelaskan, bicara desa harus secara komprehensif dan berkesiambungan. Bicara ekonomi desa ada tiga poin yang harus diselesaikan, diantaranya ketimpangan infrastruktur, SDM, dan sumber energi yang terpusat.
Dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat sudah luar biasa. Namun hal ini tentunya implementasi di desa butuh monitoring agar stimulus, yang sudah disalurkan pusat tepat sasaran, jelas Asep Falahudin. (RLS/PRO3)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16537
EKBIS
9214
Lampung Selatan
5052
Bandar Lampung
4857
Bandar Lampung
4725
269
04-Apr-2025
337
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia