BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Komitmen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan dunia industri terus dikembangkan. Salah satunya diwujudkan melalui Penganugerahan Beasiswa Pendidikan Louis Dreyfus Fondation d’Entreprise yang merupakan hasil kolaborasi antara Louis Dreyfus Fondation d’Entreprise, LDC Indonesia Group, dan Politeknik Negeri Lampung, Selasa (8/9/2026).
Penganugerahan beasiswa turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Polinela. Direktur Politeknik Negeri Lampung dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si., didampingi Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T., serta Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si.
Turut hadir Ketua Jurusan dan Koordinator Program Studi terkait, sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa penerima sekaligus penguatan sinergi akademik dalam mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Polinela.
Sebanyak 10 mahasiswa Polinela terpilih sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Louis Dreyfus Fondation. Para mahasiswa tersebut berasal dari Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dan Jurusan Teknologi Pertanian, dengan bidang keilmuan yang memiliki keterkaitan erat dengan sektor pertanian, perkebunan, pangan, mekanisasi pertanian, hingga pengembangan produk agroindustri.
Kesepuluh mahasiswa penerima beasiswa tersebut adalah:
Kadek Putra Satia Darma – Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan (Diploma III).
Shindy Dwi Sari – Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi (Sarjana Terapan).
Frans Oktavianus Febriansyah Nakao – Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi (Sarjana Terapan).
Soffi Rizka Navla – Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan (Sarjana Terapan).
Lukvan Ansori – Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan (Sarjana Terapan).
Aidil Sholich – Jurusan Teknologi Pertanian, Program Studi Mekanisasi Pertanian (Diploma III).
Adelina Br Ginting – Jurusan Teknologi Pertanian, Program Studi Teknologi Pangan (Diploma III).
Amos Hotpangihutan Purba – Jurusan Teknologi Pertanian, Program Studi Teknologi Pangan (Diploma III).
Nabila Fatma Nissa – Jurusan Teknologi Pertanian, Program Studi Teknologi Pangan (Diploma III).
Yessa Darlingga Yuandika – Jurusan Teknologi Pertanian, Program Studi Pengembangan Produk Agro Industri (Sarjana Terapan).
Kolaborasi dengan Louis Dreyfus Fondation d’Entreprise dan LDC Indonesia Group menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan industri dalam mendukung pengembangan pendidikan. Program tersebut juga memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi vokasi dengan dunia industri.
Keterhubungan tersebut menjadi penting, khususnya bagi Polinela yang memiliki bidang keilmuan yang erat dengan sektor pertanian dan agroindustri, sektor yang membutuhkan SDM terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta transformasi industri.
Di sisi lain, keberadaan beasiswa juga menjadi bentuk investasi terhadap talenta muda. Mahasiswa sebagai calon lulusan vokasi tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh ijazah, tetapi diarahkan agar memiliki kompetensi praktis, kemampuan memecahkan persoalan, etos kerja, serta kesiapan memasuki dunia profesional.
Bagi Polinela, keberhasilan mahasiswa merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Melalui kolaborasi tersebut, Polinela terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan terampil, tetapi juga membangun talenta yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan sektor pertanian, perkebunan, pangan, agroindustri, dan pembangunan ekonomi secara lebih luas.
Dengan demikian, kolaborasi Louis Dreyfus Fondation d’Entreprise, LDC Indonesia Group, dan Politeknik Negeri Lampung tidak hanya memberikan manfaat bagi 10 mahasiswa penerima beasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan SDM vokasi unggul yang siap menghadapi kebutuhan industri dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. (***)
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
4071
Kominfo Lampung
1385
Kominfo Lampung
1436
PLN
1041
Kominfo Balam
1265
524
10-Sep-2026
347
10-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia