Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

70 Persen Selang Premium SPBU di Jabodetabek Raib, IPW Minta Polisi Usut
Lampungpro.co, 07-Jun-2017

Lukman Hakim 1039

Share

JAKARTA (Lampungpro.com): Direktorat Ekonomi Khusus (Direksus) Polri harus segera mengusut kasus raibnya sejumlah selang dan alat pengisi bahan bakar Premium di sejumlah pompa bensin Pertamina, terutama di Jabodetabek. Apakah hal ini merupakan permaian pengusaha pompa bensin atau ulah para spekulan untuk menimbun bahan bakar minyak (BBM). Jika situasi ini dibiarkan akan muncul keresahan dan masyarakat dirugikan.

Sebab akibat ulah menghilangkan selang dan alat pengisi Premium terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin yang berulah. Dari pantauan Ind Police Watch (IPW), hilangnya selang dan alat pengisi Premium itu terjadi mulai tanggal 1 Juni 2017. Selang dan alat pengisi Premium yang biasanya sebanyak 10 hingga 12 unit, kini mendadak tinggal tiga. Dua untuk mobil dan satu untuk pengisian Premium sepeda motor. Selang dan alat pengisi Premium dicopot dari mesin pompanya. Akibatnya terjadi antrian panjang di setiap pompa bensin.

Dalam rilis IPW yang diterima Lampungpro.com, Rabu (7/6/2017), Direksus Polri harus mengusut kasus ini. Bila perlu menangkap sejumlah pengusaha pompa bensin yang menjadi spekulan. Agar bisa diketahui apakah hal ini permainan pengusaha pompa bensin untuk menimbun BBM agar terjadi kelangkahan Premium. Atau hal ini merupakan permainan spekulan agar terjadi kelangkahan Premium hingga para spekulan bisa mempermainkan harga Premium menjelang Lebaran.

IPW menilai dihilangkannya sekitar 70 persen selang dan alat pengisi Premium dari pompa bensin adalah modus baru dalam kejahatan ekonomi. Direksus Polri, terutama Direksus Polda Metro Jaya harus segera bergerak mengusutnya. Sebab, ulah ini umumnya terjadi dihampir semua pompa bensin di Jabodetabek, kata Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch dalam siaran persnya.

Menurut dia, IPW mensinyalir, menjelang Lebaran banyak komoditas sengaja dipermainkan agar harganya di pasar melonjak tajam. Akibatnya banyak konsumen yang dirugikan. Untuk itu, YLKI perlu juga memantau manuver yang terjadi di pompa pompa bensin. Sehingga, Polri tidak ragu untuk menindak tegas. Bila perlu melakukan terapi kejut (shock therapy) agar pengusaha pompa bensin atau siapa pun tidak memanfaat situasi dan berulah, yang akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat dan bisa melemahkan perekonomian nasional. (*/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16443


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved