Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ada Festival Komodo, Siap-Siap Berangkat ke Labuan Bajo
Lampungpro.co, 17-Jan-2017

Amiruddin Sormin 1160

Share

LABUAN BAJO (Lampro): Tak lama lagi, Festival Komodo 2017 bakal digulirkan! Persisnya, 4 Februari hingga 4 Maret 2017, bulan depan. Persiapkan baju dan seluruh peralatan diving dan snorkeling Anda! Siapkan kamera bawah laut Anda, jangan lupa siapkan memory card 8-16 GB! Jika perlu olahraga dulu, agar bisa menjelajah bukit-bukit dan selfie dengan background laut, bibir pantai putih, lekukan-lekukan gunung batu dan langit biru.

Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S. Thaib melalui PIC Labuan Bajo Shana Fatina melaporkan bahwa Kabupaten Manggarai Barat sangat antusias untuk festival itu. Maka kegiatan meliputi pameran kerajinan, parade komodo, lomba foto, voli pantai, dayung sampan, pemilihan duta wisata komodo, workshop tari caci, hiburan rakyat (5x Panggung Rakyat), jelas Shana, di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Menurut dia, Pemkab Manggarai Barat meminta dukungan publikasi dan promosi dari Kemenpar. Mereka juga meminta dukungan artis utama untuk didatangkan sebagai bintang tamu di salah satu dari lima Panggung Rakyat itu. Kami akan promosikan Labuan Bajo, sebagai destinasi prioritas, dengan segala keunggulannya, kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Shana menjelaskan, soal Desa Papagarang, sebuah Kampung Nelayan yang berpotensi dijadikan atraksi dengan 435 Kepala Keluarga. Desa itu terletak di tengah antara Labuan Bajo - Komodo dan Labuan Bajo-Rinca. Komodo, Rinca dan Padar adalah tiga pulau yang masih dihuni dinosaurus yang masih tersisa di bumi itu. Kampung Papagarang itu akan dijadikan lokasi transit wisatawan sebelum ke Komodo dan Rinca.

Atraksianya, pertama, Pulau Sembilan, gugusan pulau yg terbentuk dari pasir akibat gelombang. Membentuk angka sembilan dengan ubur-ubur terperangkap di dalamnya. Jika dipotret dari atas dengan menggunakan drone, Pulau Sembilan itu kelihat bagus dan memikat sekali. Wisatawan diwajibkan menggunakan sampan milik penduduk desa, diantar dari dermaga ke Pulau Sembilan.

Kedua, Kampung Nelayan khas Bajo dan Sape, kehidupan keluarga nelayan dengan rumah panggung, pengeringan ikan dan cumi, serta Bagan yang khas (kapal penangkap ikan dan cumi). Dengan begitu kehidupan social ekonomi masyarakat lokal di sana juga akan membaik, dan memberi dampak yang signifikan pada perkembangan daerahnya, kata Shana.

Ketiga, Wisata Duyung di Padang Lamun sebelah barat Papagarang. Ikan Duyung sering mencari makan di lokasi tersebut. Selama ini tidak disadari oleh penduduk desa sebagai peluang atraksi wisata. Desa akan membangun fasilitas homestay, restoran, dan pelatihan tour guide dari pemuda-pemuda desa.

Soal akses, Shana Fatina juga melaporkan, saat ini tiga akses sedang dikaji dengan serius. Akses udara, saat ini sampai di pengajuan peningkatan fasilitas Bandara Komodo, menyambut penerbangan Boeing 737-800 yang sudah akan mendarat bulan April 2017 mendatang. Maka bandara harus diperpanjang dan diperlebar. Akses laut, lanjut Shana, Tim Marina & Pelabuhan Kampung Tengah akan menggelar rapat AMDAL di Jakarta tanggal 19 Januari 2017 ini. Sedang Akses Jalan, Pemkab Manggarai Barat bakal menambah ruas jalan masing 1 km mendekati JSN Utara dan JSN Selatan di 2017 ini. (R1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Geger Ijazah Palsu, Rismon Hasiholan Sianipar, dan...

Andai ada 10 saja media dan jurnalis yang menjadi...

1430


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved