BLAMBANGAN UMPU (Lampungpro.co): Setelah lama menunggu warga Kampung Bukit Gemuruh di Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, mulai memanen durian. Panen durian di akhir tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para petani durian.
Buah yang lezat dan aroma yang menggugah selera menjadi alasan tersendiri orang menyukai buah durian. Tak mengherankan jika di sepanjang jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kiri dan kanan muncul pedagang buah durian dadakan di sisi kanan dan kirinya.
Menurut Antut (35), petani yang memiliki sekitar 30 tanaman durian buah beraroma khas ini jadi tumpuan penghasilan tambahan untuk menopang kebutuhan keluarga karena bisa memanen buah tersebut. Mata pencaharian penduduk umumnya adalah petani pekebun dan pemecah batu.
"Hampir dua musim pohon durian milik para petani di wilayah ini selalu mengalami panen yang sedikit, karena bunga durian rontok saat terkena air hujan yang deras. Kebetulan musim berbunga ketika musim panas sehingga tidak banyak bunga yang rontok. Kini dengan berhasil panen kembali, warga memiliki harapan mendapat penghasilan tambahan," ujar Antut, Kamis (26/12/2019).
Sebagian besar warga di desa itu memiliki pohon durian yang dijadikan sebagai penghasilan tambahan. Setiap hari, durian matang yang berhasil dipanen mencapai ratusan buah dengan harga bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.
Biasanya, pembeli datang sendiri langsung ke kebun dan makan langsung di kebun, tetapi ada juga yang membelinya ketika di pengepul durian. Di pengecer durian biasanya dijual per gandeng dengan harga berfariasi, tergantung besar kecilnya ukuran buah. Kisaran harga bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per gandeng. Sedangkan penjual besar biasanya menjual ke luar daerah dengan harga yang lebih tinggi di Jakarta dan sekitarnya.
"Itulah kenapa warga di sini sangat mengandalkan penghasilan tambahan dari hasil panen durian. Jika dibeli dalam jumlah minimal 50 buah, mereka bisa meraup untung ratusan ribu rupiah dalam sehari. Hal tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terangnya.
Durian Bukit Gemuruh bibitnya berasal dari Baturaja Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dikenal dengan durian lokal. Warnanya putih agak kekuningan namun rasanya lezat. Ada juga petani yang menanam jenis durian montong yang kecil tapi rasanya lezat. Selain diminati penduduk lokal karena rasanya yang manis segar, juga banyak diminati konsumen tak hanya dari sekitar Way Kanan tapi dari luar daerah.
Petani durian lainnya, Rifin (45) mengatakan, saat panen raya durian seperti saat ini, Bukit Gemuruh mendadak menjadi kawasan agrowisata yang banyak dikunjungi wisatawan. "Tempat ini memang banyak dikunjungi wisatawan, terutama karena ada dan pemandangan yang indah. Kebetulan merupakan masa panen raya buah durian, sehingga banyak dijual durian. Durian hasil panenan milik warga diletakkan begitu saja di halaman maupun teras rumah, sehingga pembeli akan puas memilih-milih buah durian yang hendak dibelinya," imbuhnya.
Para petani durian dan warga setempat ingin mengembangkan Kampung Bukit Gemuruh sebagai daerah tujuan utama wisata agro. Caranya dengan menawarkan kepada wisatawan mengenai kekhasan buah durian sembari menikmati keindahan pemandangan. Wisatawan sekaligus dapat menikmat durian khas Bukit Gemuruh. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16381
EKBIS
9033
Bandar Lampung
6349
149
04-Apr-2025
210
04-Apr-2025
333
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia