Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Angklung Pride 2017 Dimeriahkan oleh Wisatawan Dua Negara
Lampungpro.co, 21-Nov-2017

1161

Share

Hari Angklung Dunia, Saung Angklung Udjo, Wayang Ajen, Pesona Indonesia, Menteri Pariwisata Arief Yahya

BANDUNG (Lampungpro.com)-Perayaan Hari Angklung Dunia yang digelar Saung Angklung Udjo (SAU), 'Angklung Pride ke-7 sukses mencuri perhatian dunia. Peserta asal Jepang dan Malaysia ikut hadir di Kebon Awi Udjo Cijaringao, Bandung pada Minggu (19/11), mereka tak canggung ikut berkompetisi dengan 56 tim yang berasal dari Indonesia.

Perayaan Angklung Pride ke-7 terbagi dalam tiga tahap acara. Pertama yaitu Resital Angklung atau pertunjukan kecil dan berlangsung hingga 15 November di Saung Angklung Udjo. Ada 15 tim yang tampil bergantian setiap harinya. Panitia melakukan seleksi di Youtube. Di mana, ada 56 tim yang mengirimkan video bermain angklung. Termasuk dari Jepang dan Malaysia, ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwiasata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan, Minggu (19/11).

Puncaknya, SAU menggelar Jambore Angklung di Kebon Awi Udjo Cijaringao. Keseruan acara dimulai dengan pawai komunitas dari Saung Udjo ke Kebon Awi. Seperti komunitas fun bike cooking, vespa dan mobil volkswagen. Sampai lokasi acara, tamu undangan dan pengunjung langsung dihibur dengan aneka pertunjukan. Mulai dari parade angklung, tarian pembuka, Sisingaan dari Subang dan drama adu domba.

Ini menjadi sebuah kebanggaan, di mana Angklung Pride semakin menarik perhatian dunia. Mereka sangat tertarik dengan alat musik angklung. Terlebih lokasi acaranya ada di Cijaringao. Lokasi Cijaringao sendiri akan, jadi percontohan untuk pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan kolaborasi edukasi alam dengan seni tradisional, ujar Wawan.

Lebih lanjut pria yang juga dalang kondang Wayang Ajen itu menambahkan, pemilihan tempat acara Angklung Pride kali ini mulai dikenal dunia. Angklung Pride kali ini merupakan upaya masyarakat untuk menjadikan Cijaringao menjadi terkenal.

Kami, sudah mencoba dari kemarin setelah dikirim release dari panitia, kami olah di kemenpar. Kini Cijaringao sudah mendunia. Silahkan tulis Cijaringao di google, pasti akan menempati uturan teratas," kata Wawan.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan musik angklung, Saung Udjo juga menyuguhkan suguhan spesial. Yaitu Tarian Pesona Indonesia. Puluhan penari wanita yang terdiri dari remaja dan anak-anak menggunakan kostum unik dan penuh warna.

Tarian tersebut sebagai bentuk terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang telah memdukung Angklung Pride. Dalam perayaan ketujuh itu, Kemenpar membagikan 500 angklung secara sukarela kepada para pengunjung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik perayaan hari angklung dunia. Kegiatan ini ucap menpar Arief, merupakan wujud nyata masyarakat Jawa Barat dalam upaya memelihara dan mengembangkan seni angklung. "Angklung ini sudah menjadi budaya dan milik dunia. Masyarakat Jawa Barat mesti menjadi bagian paling depan untuk menjaga alat musik tersebut.

"Kemenpar akan selalu mendukung pemerintah daerah, untuk menjadikan pariwisata jadi leading sector didaerahnya sebagai sektor unggulan. Selamat untuk Angklung Pride ketujuh," ujar Menpar Arief.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved