Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak bisa lagi dilakukan secara biasa atau sekadar rutinitas program seremonial.
"Diperlukan respons kebijakan yang lebih kuat, sistematis, dan berdampak nyata agar mampu menekan angka kasus baru serta mencegah persoalan serupa terus berulang," tegas Asroni.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat strategi preventif, memperluas cakupan deteksi dini, serta memastikan kesinambungan terapi antiretroviral (ARV) bagi pasien.
Selain itu, edukasi publik harus dibangun secara efektif dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang HIV/AIDS.
Asroni juga menegaskan bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab teknis Dinas Kesehatan semata. Persoalan ini, menurutnya, membutuhkan pendekatan lintas sektor.
“Pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS adalah tanggung jawab kolektif pemerintah daerah. Harus ada integrasi dengan sektor pendidikan, sosial, kepemudaan, hingga pendekatan berbasis komunitas,” ujar Asroni.
Komisi IV DPRD, lanjut Asroni, berkomitmen memperketat pengawasan terhadap program penanggulangan HIV/AIDS.
Berikan Komentar
Lampung Selatan
537
Kominfo Lampung
532
Lampung Selatan
538
Bandar Lampung
1029
289
20-Feb-2026
537
20-Feb-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia