Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Bandar Lampung Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah, Eva Dwiana Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik
Lampungpro.co, 20-May-2026

Adi 442

Share

Wali Kota Eva Dwiana | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menghadiri kegiatan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 di Aula Semergou, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kepala puskesmas, hingga kepala SMP se-Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Eva Dwiana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk terus membangun ekosistem inovasi yang mampu mendorong percepatan digitalisasi dan transformasi ekonomi daerah.

Menurut Eva, inovasi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai laboratorium dan ekosistem inovasi,” ujar Eva Dwiana.

Sementara itu, Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menjelaskan, inovasi daerah harus memiliki dampak nyata terhadap pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain itu, inovasi juga tidak boleh menimbulkan pembebanan maupun pembatasan bagi masyarakat, sesuai kewenangan daerah, dan dapat direplikasi di daerah lain.

“Prinsip inovasi harus mengedepankan efisiensi, efektivitas, peningkatan kualitas pelayanan, terbuka, tidak menimbulkan konflik kepentingan, serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Yusharto.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandar Lampung memaparkan sejumlah langkah yang telah dan akan dilakukan untuk memperkuat inovasi daerah.

Upaya tersebut di antaranya melakukan sosialisasi inovasi kepada perangkat daerah, pendalaman materi inovasi dan tata cara penginputan data inovasi, hingga membuka klinik inovasi bidang riset dan inovasi daerah.

Klinik inovasi tersebut disiapkan sebagai bentuk asistensi bagi perangkat daerah yang masih mengalami kendala dalam mengembangkan maupun menginput inovasi daerah.

Usai kegiatan dalam wawancaranya, Yusharto menilai capaian inovasi Kota Bandar Lampung sudah cukup baik. Namun demikian, ia meminta agar kualitas dan kemantapan inovasi terus ditingkatkan.

“Kota Bandar Lampung sudah baik dalam hal inovasi, tinggal ditingkatkan lagi agar tingkat kemantapan inovasinya semakin sempurna,” ujarnya.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved