Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Begini Konsep Cerdas Berjamaah Firmansyah Untuk Bandar Lampung
Lampungpro.co, 25-Mar-2020

Heflan Rekanza 1374

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Bakal calon Wali Kota Bandar Lampung Firmansyah Y. Alfian menjelaskan visi misi dirinya terkait Bandar Lampung Cerdas Berjamaah bermakna membangun bersama rakyat. Dimana intinya, dalam pembagunan Kota Bandar Lampung kedepannya, harus bersama-sama melibatkan semua komponen masyarakat.

"Pelibatan unsur masyarakat ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan. Ini juga, kita maksudkan dalam membangun daerah harus menjadikan masyarakat atau rakyat sebagai subjeknya. Artinya, masyarakat bukan hanya menjadi penonton dalam program pembangunan, tapi juga dalam pembagunannya harus dilibatkan, kata Firmansyah, Senin (23/3/2020).

Firmansyah menganalogikan hal ini, terkait salat secara berjamaah. Dimana saat imam salat sudah mengangkat tangannya untuk takbir, imam tidak lagi memikirkan siapa makmumnya. Apakah itu warga NU, Muhammadiyah, ataupun Salafi. Semuanya sama dan mengikuti gerakan imamnya. 

"Begitu juga dengan kami. Jika kami nanti, diberikan amanah oleh rakyat untuk memimpin Bandar Lampung. Maka kami tidak lagi melihat suku, agama, dan lainnya. Semuanya nanti akan sama, dimana semua sektor akan kita libatkan dalam proses pembangunan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Lampung ini.

Rektor IIB Darmajaya ini juga menegaskan, bahwasanya Bandar Lampung Cerdas Berjamaah ini merupakan, wujud membangun melalui jalur independen, tanpa mahar, dan tanpa politik dagang sapi. Menurutnya, Bandar Lampung Cerdas Berjamaah itu merupakan harapan semua dukungan.

"Insyaallah antars saya dan Bustomi ini, bisa mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Caranya lewat pemerintahan yang cerdas, bersih, jujur, adil, makmur, dan amanah. Mengapa saya maju melalui jalur independen, karena kalau pun nanti memimpin Bandar Lampung, saya hanya berhutang budi kepada masyarakat, bukan kepada konglomerat, tegas dia. (FEBRI/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lebih Takut Daging Babi daripada Uang Korupsi?

Siang itu pantry kantor gempar. Anwar, office boy yang...

456


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved