JAKARTA (Lampungpro.com): Tak terasa 13 tahun sudah berlalu peristiwa yang memilukan warga Aceh, Indonesia bahkan dunia itu. Kini pemerintah dan seluruh warga Aceh memeringatinya agar lebih sadar akan terjadinya gempa bumi yang disertai tsunami dahsyat dengan korban hingga ratusan ribu jiwa 2004.
Berbagai acara akan digelar untuk memperingati kisah kelam bumi rencong tersebut. Mulai dari mengibarkan bendera setengah tiang, membunyikan sirine, hingga berbagai acara yang digelar Museum Tsunami di Banda Aceh. Pembunyian sirine dilakukan berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh. Hal tersebut dilakukan untuk pemeriksaan rutin sekaligus memeringati 13 tsunami Aceh.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Aceh akan melaksanakan uji sirine sebenarnya pada tanggal 26 Desember 2016 pukul 10.00 WIB, demikian bunyi surat pembertahuan yang ditandatangani Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Yusmadi.
Seperti dilansir laman resmi Pemerintah Aceh 26 Desember 2016, sirine itu yang akan dibunyikan itu berada di enam titik. Sirine itu ada di Kajhu Kecamatan Baitussalam, Lam Awe Kecamtan Peukan Bada dan Lhoknga Kecamatan Lhoknga ketiganya berada di Aceh Besar. Selain itu sirine di Kantor Gubernur Aceh, di Lampulo, dan Blang Oi. Ketiganya berada di Kota Banda Aceh.
Selama dibunyikannya sirine masyarakat tidak panik dan melaksanakan kegiatan seperti biasa. Setelah ini Badan Penanggulangan Bencana Aceh berencana membunyikan sirine itu satu bulan sekali setiap tanggal 26. Pemerintah Aceh akan memusatkan peringatan tragedi tsunami tersebut di Aceh Besar tepatnya di Halaman Masjid Al Ikhlas Kecamatan Leupeung.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Aceh Reza Pahlevi kecamatan tersebut termasuk titik paling parah yang dihantam tsunami 26 Desember 2004. Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta masyarakat dan undangan lainnya akan menghadirinya.
Sedangkan Museum Tsunami Aceh sejak 23 Desember 2017 sudah menggelar berbagai acara seperti berpetualang di museum pada malam hari serta pameran temporer. Kegiatan itu juga bertujuan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak-anak tentang bencana tsunami. Pameran yang akan berakhir pada hari ini juga menampilkan barang-barang terbaru yang diperoleh Museum. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16440
EKBIS
9098
Bandar Lampung
6409
168
04-Apr-2025
239
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia