Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Cegah Risiko Stunting, Dosen Polinela Teliti Pola Asuh dalam Pemberian Makan dan Asupan Gizi Balita
Lampungpro.co, 02-Oct-2026

Sandy 301

Share

Tim peneliti dosen dari Polinela meneliti mengenai persoalan stunting atau gizi buruk | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Stunting masih menjadi salah satu persoalan gizi yang membutuhkan perhatian serius. Selain berkaitan dengan kekurangan asupan zat gizi, risiko stunting pada balita juga dapat dipengaruhi pola asuh serta praktik pemberian makanan oleh orang tua.

Data Kementerian Kesehatan melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 mencatat prevalensi stunting balita secara nasional mencapai 21,6 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi anak masih menjadi tantangan dalam upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.

Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) yang kurang sesuai juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain faktor asupan makanan, kondisi sosial ekonomi, pendidikan orang tua, dan pola asuh turut menjadi faktor tidak langsung yang berkaitan dengan risiko stunting.

Di Kota Bandar Lampung, prevalensi balita stunting tercatat sebesar 13,4 persen. Kondisi tersebut mendorong dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian terkait faktor pola asuh pemberian makan dan kecukupan gizi pada balita.

Penelitian tersebut dipimpin Nathasa Khalida Dalimunthe, S.Gz., M.Gz., bersama anggota tim Kiki Puspasari, S.KM., M.Si., dan Vina Dinata Kamila Aryani, M.Gz.

Penelitian yang didanai melalui DIPA Polinela 2026 itu dilakukan terhadap balita berusia 24-29 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air, Kota Bandar Lampung.

Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti melakukan wawancara terhadap ibu balita. Petugas Puskesmas Gedong Air turut membantu mengumpulkan para ibu balita yang menjadi responden penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 61,4 persen balita yang diteliti memiliki risiko stunting. Tim peneliti menemukan adanya hubungan antara rendahnya pengawasan makan dan rendahnya kecukupan zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, dengan risiko stunting.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Ketika Sekolah Jadi Mesin Setoran: Dana BOS,...

Seperti lilin. Memberi cahaya kepada orang lain, tetapi perlahan...

3547


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved