
Ketua tim penelitian, Nathasa Khalida Dalimunthe, mengatakan rendahnya pengawasan orang tua terhadap pola makan anak dapat meningkatkan risiko anak mengonsumsi makanan yang kurang mengandung zat gizi.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan tingginya konsumsi makanan atau jajanan yang mengandung gula, garam, dan lemak, tetapi rendah kandungan zat gizi yang dibutuhkan tubuh anak.
Kurangnya pengawasan orang tua terhadap konsumsi jajanan menjadi salah satu perhatian dalam penelitian tersebut. Kebiasaan makan yang tidak terpantau dapat membuat anak memperoleh asupan zat gizi makro maupun mikro yang tidak mencukupi kebutuhan pertumbuhan.
Nathasa juga menyebutkan bahwa kecukupan zat gizi makro pada balita di wilayah Puskesmas Gedong Air masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya menekan risiko stunting.
Zat gizi makro atau makronutrien merupakan kelompok zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif besar dan menjadi sumber utama energi, termasuk karbohidrat, protein, dan lemak.
Kekurangan asupan makronutrien pada masa pertumbuhan dapat berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak. Selain mendukung pertumbuhan fisik, kecukupan nutrisi juga berkaitan dengan perkembangan fungsi tubuh dan kemampuan kognitif anak.
Berikan Komentar
Seperti lilin. Memberi cahaya kepada orang lain, tetapi perlahan...
3567
Bandar Lampung
728
Bandar Lampung
910
417
02-Oct-2026
350
02-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia