Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah menjelaskan, Ruas Bandar Jaya - Mandala merupakan ruas strategis, dan menjadikannya ruas terpanjang kedua di wilayah Lampung.
Menurutnya, tingkat lalu lintas harian rata-rata di ruas tersebut tergolong tinggi, mencapai lebih dari 10.000 satuan mobil penumpang perhari, sehingga menjadi salah satu jalur dengan aktivitas transportasi yang padat.
"Kondisi kemantapan jalan di ruas tersebut, saat ini telah mencapai sekitar 84 persen. Namun percepatan kerusakan terjadi cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir, akibat faktor teknis di lapangan," jelas M. Taufiqulloh.
Kerusakan bertambah cepat, karena kondisi topografi yang datar, sehingga aliran air lambat dan menyebabkan sedimentasi di saluran drainase, yang mengakibatkan air menggenang dan merusak badan jalan.
Selain itu, perkembangan kawasan di sepanjang jalan juga turut memengaruhi kondisi drainase, karena banyak saluran air tertutup, akibat pembangunan ruko dan akses parkir yang tidak sesuai standar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Lampung menerapkan dua pendekatan konstruksi, yakni rigid pavement (beton) dengan dan tanpa bahu jalan, disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Lebar jalan juga ditingkatkan, dari sebelumnya 4,5 meter menjadi 6 meter, guna mendukung kelancaran arus kendaraan, khususnya kendaraan berat. Dengan desain baru ini, maka kendaraan besar seperti truk dapat melintas dengan lebih aman dan lancar.
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
829
Bandar Lampung
637
230
28-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia