Ia menuturkan, meskipun beberapa kali memberikan sejumlah uang, hal itu bukan karena merasa bersalah atau takut, melainkan sebagai bentuk toleransi agar aktivitas sekolah tidak terus-menerus terganggu. Namun, pemberian tersebut justru tidak menghentikan aksi yang dilakukan.
Menurutnya, oknum tersebut tetap rutin menghubungi pihak sekolah, bahkan menggunakan nomor telepon yang berbeda ketika nomor sebelumnya tidak direspons. Tidak jarang mereka juga menghubungi sekolah melalui orang lain yang diduga masih berada dalam jaringan yang sama.
"Teleponnya bisa setiap minggu. Mereka mengatakan jika tidak diberikan uang, maka akan memberitakan pengelolaan anggaran sekolah. Padahal anggaran yang kami kelola digunakan sesuai dengan aturan dan peruntukannya," kata kepala sekolah tersebut.
Para kepala sekolah berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik intimidasi yang mereka alami. Sebab, tindakan tersebut dinilai sudah mengarah pada ancaman dan upaya pemerasan yang membuat para pendidik merasa tidak nyaman dalam menjalankan tugasnya.
Berikan Komentar
Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...
5949
PLN
474
Kominfo Lampung
491
Kominfo Lampung
468
Kominfo Lampung
484
Kominfo Lampung
448
297
19-Jun-2026
310
19-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia