Ia menjelaskan, melalui perdagangan karbon, pelaku usaha yang berhasil menurunkan emisi dapat memperoleh manfaat ekonomi dari unit karbon yang dihasilkan, sementara pihak lain dapat membeli unit karbon untuk memenuhi target pengurangan emisi secara terukur dan transparan.
Ia juga menilai Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan perdagangan karbon, khususnya dari sektor kehutanan dan pemanfaatan lahan berkelanjutan. Namun hingga kini baru terdapat satu pengguna jasa karbon yang berasal dari Provinsi Lampung.
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang mengingat Lampung memiliki potensi besar untuk dikembangkan baik melalui skema nature based solution pada sektor kehutanan dan perkebunan maupun teknologi based solution melalui pengolahan limbah dan efisiensi industri,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, OJK berharap Provinsi Lampung dapat menjadi salah satu motor penggerak pengembangan perdagangan karbon di wilayah Sumatera dan Indonesia bagian barat.
Nyoman juga menekankan besarnya peluang perdagangan karbon bagi kalangan akademisi dan mahasiswa, terutama dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan. (***)
Berikan Komentar
Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...
1497
Bandar Lampung
432
DPRDPROV
410
239
10-Jun-2026
307
10-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia