Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dorong Hilirisasi Kakao, Pemprov Lampung Siapkan Kawasan Industri Berstandar Internasional
Lampungpro.co, 22-Jul-2026

Febri 527

Share

Pemprov Lampung Bersama PT MAUP dan PT Buhler | Lampungpro.co/Dok Kominfo

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat strategi hilirisasi sektor pertanian, melalui pengembangan kawasan industri kakao, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, sekaligus memperluas kesejahteraan petani. 

Komitmen tersebut, mengemuka dalam rapat pembahasan Pengembangan Pembangunan Kawasan Industri Kakao yang dipimpin Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama PT. Mitra Agro Usaha Perkebunan (MAUP) dan PT Buhler Indonesia, Selasa (21/7/2026).

Pemprov Lampung menilai, pembangunan industri pengolahan kakao merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi pertanian Lampung. 

Selama ini, sebagian besar hasil kakao masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani belum optimal.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, hilirisasi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani, melalui peningkatan harga jual hasil panen, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya industri pengolahan di daerah.

"Kami menaruh perhatian terhadap peningkatan nilai ekonomi kakao yang dihasilkan petani, melalui pembangunan industri pengolahan yang mampu menyerap produksi lokal secara berkelanjutan," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Pengembangan industri ini, dinilai sejalan dengan arah pembangunan Lampung yang tengah mendorong transformasi ekonomi dari berbasis komoditas mentah, menuju produk bernilai tambah.

Managing Director PT Buhler Indonesia, Philip de Mayer menilai, Lampung memiliki modal alam yang kuat untuk menjadi pusat industri kakao premium dunia.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman Buhler mendampingi industri kakao di berbagai negara, kakao asal Lampung memiliki karakter cita rasa (flavour profile) yang lebih kuat dan khas dibandingkan sejumlah daerah penghasil kakao lainnya di Indonesia.

Keunggulan tersebut, menjadi fondasi penting bagi pengembangan produk kakao premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar internasional. Namun demikian, Philip menilai tantangan terbesar Lampung bukan terletak pada kualitas bahan baku, melainkan masih terbatasnya kapasitas pengolahan pasca panen.

Selama ini, sebagian besar nilai ekonomi kakao dinikmati di luar daerah karena proses hilirisasi dilakukan di wilayah lain.  Melalui pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi tinggi, menurutnya, Lampung memiliki peluang besar mengubah posisi dari sekadar daerah penghasil biji kakao, menjadi produsen produk kakao bernilai tambah, yang mampu memasok pasar global.

Philip menjelaskan, Buhler tidak hanya menyediakan mesin produksi, tapi juga menghadirkan transfer teknologi, riset dan pengembangan, peningkatan kualitas produk, hingga pelatihan sumber daya manusia.

Pendampingan tersebut, dilakukan secara berkelanjutan melalui pusat riset (R&D), pengembangan resep, uji coba produk, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja sehingga industri yang dibangun mampu menghasilkan produk dengan standar internasional.

Philip bahkan menyebut proyek yang akan dikembangkan di Lampung berpotensi menjadi fasilitas pengolahan kakao organik single origin pertama di Indonesia, bahkan menjadi salah satu yang sangat sedikit di dunia.

Dengan mengangkat identitas "single origin Lampung," produk kakao dari Lampung diyakini mampu membangun citra premium, sekaligus memperkuat posisi Lampung dalam peta industri kakao internasional.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan kawasan industri tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi komoditas kakao, tetapi juga membangun ekosistem yang memperkuat daya saing petani Lampung secara berkelanjutan. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved