
Konsep tersebut juga mendorong penerapan prinsip zero waste, yakni meminimalkan limbah yang dihasilkan dalam setiap tahapan produksi.
Dalam konteks tersebut, limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan melalui proses biofermentasi. Sementara limbah organik rumah tangga dapat diolah menjadi ekoenzim yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai biostarter dalam proses fermentasi.
Pemanfaatan limbah tersebut tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menekan biaya produksi peternakan, khususnya dalam penyediaan pakan.
"Harapannya, peternakan yang dikembangkan masyarakat tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan serta taraf ekonomi peternak," jelas Rikardo.
Menurutnya, pengembangan ekoenzim juga membuka peluang keterlibatan ibu rumah tangga. Proses pembuatannya relatif sederhana, menggunakan bahan yang mudah diperoleh, biaya rendah, sekaligus ramah lingkungan.
Berikan Komentar
Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...
11491
Lampung Selatan
580
Kominfo Lampung
469
Kominfo Lampung
456
261
24-Sep-2026
300
24-Sep-2026
372
24-Sep-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia