Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Dorong Kemandirian Pangan Panti Asuhan Lewat Pertanian Perkotaan Adaptif Iklim
Lampungpro.co, 01-Sep-2026

Sandy 227

Share

Dosen Polinela gelar PkM Implementasi pertanian perkotaan adaptif iklim | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan pengelolaan pertanian di lingkungan perkotaan terus dilakukan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Kali ini, tim PkM Polinela mengembangkan program bertajuk “Implementasi Pertanian Perkotaan Adaptif Iklim sebagai Upaya Penguatan Kemandirian Panti Asuhan Miftahul Jannah” yang dilaksanakan di Panti Asuhan Miftahul Jannah, Bandar Lampung.

Program tersebut diketuai Ir. Sekar Utami Putri, S.P., M.Sc., dengan membawa konsep pertanian perkotaan yang mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan dan perubahan iklim. Konsep ini diarahkan agar kegiatan budidaya tetap dapat dilakukan meskipun tersedia lahan terbatas, sekaligus mengoptimalkan penggunaan air dan ruang.

Pertanian perkotaan dinilai semakin relevan untuk dikembangkan di tengah keterbatasan lahan produktif di wilayah perkotaan. Selain itu, perubahan pola cuaca dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pangan juga menjadi tantangan yang membutuhkan inovasi dalam sistem produksi pangan.

Melalui program ini, lingkungan panti asuhan tidak hanya diarahkan menjadi tempat tinggal dan pembinaan anak-anak, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar sekaligus lokasi pengembangan kegiatan pertanian produktif.

Tim PkM Polinela terdiri dari Dede Tiara, S.P., M.Si., Dr. Ir. Desi Maulida, S.P., M.Si., IPM, dan Abied Khafidhan, S.Si., M.Si. yang memiliki kompetensi di bidang pertanian perkotaan.

Pelaksanaan program juga diperkuat oleh kolaborasi sejumlah tenaga ahli. Pada aspek perlindungan tanaman, tim melibatkan Dila Febria, S.P., M.Biotech, dan Betari Safitri, S.P., M.Si. Keduanya mendukung penerapan pengendalian organisme pengganggu tanaman melalui penggunaan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tim melibatkan Pebria Sisca, S.P., M.Tr.P. sebagai pakar penanganan pascapanen produk serta Vinni Aurelia Salsabila, S.P., M.P. yang memberikan penguatan pada aspek pemasaran digital.

Kolaborasi lintas keahlian tersebut membuat kegiatan tidak hanya berhenti pada proses menanam dan memanen. Anak-anak panti juga diperkenalkan dengan tahapan penanganan hasil pertanian, pengemasan produk, hingga pemanfaatan digital marketing sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan daya jual produk.

Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah pembuatan instalasi hidroponik untuk budidaya pakcoy dan melon. Teknologi hidroponik dipilih karena memungkinkan tanaman dibudidayakan tanpa bergantung pada tanah sebagai media utama, sehingga penggunaan lahan yang tersedia di lingkungan panti dapat dilakukan secara lebih efisien.

Penerapan hidroponik sekaligus menjadi media pembelajaran praktis bagi generasi muda untuk mengenal teknologi pertanian yang dapat diterapkan di kawasan perkotaan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara bercocok tanam, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam proses pengelolaan tanaman.

Pakcoy dipilih karena relatif sesuai untuk dibudidayakan melalui sistem hidroponik serta memiliki waktu panen yang relatif singkat. Komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi contoh tanaman pangan yang mudah dikembangkan dengan memanfaatkan ruang terbatas.

Sementara itu, budidaya melon menjadi bagian dari upaya memperkenalkan diversifikasi komoditas hortikultura. Melalui komoditas tersebut, peserta mendapatkan pengalaman mengenai teknik budidaya tanaman yang membutuhkan pengelolaan lebih terarah sejak tahap awal hingga menghasilkan buah.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan PkM Polinela tidak semata-mata mengejar hasil produksi. Lebih jauh, program dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengelola kegiatan pertanian mulai dari persiapan, penanaman, perawatan, pengendalian hama dan penyakit, hingga penanganan hasil panen.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara mengoperasikan dan merawat instalasi hidroponik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara mandiri setelah program selesai, sehingga kegiatan pertanian di lingkungan panti dapat terus berjalan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua Tim PkM Polinela, Ir. Sekar Utami Putri, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa penerapan pertanian perkotaan di lingkungan panti merupakan salah satu langkah konkret untuk mengenalkan sistem produksi pangan yang dapat dilakukan meski dengan keterbatasan lahan.

Menurutnya, pendekatan pertanian adaptif iklim juga penting dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memiliki pemahaman bahwa kegiatan pertanian tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan teknologi dan pengelolaan yang tepat, ruang terbatas di kawasan perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan.

Program tersebut diharapkan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi Panti Asuhan Miftahul Jannah. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kemandirian, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak-anak panti.

Hasil budidaya hidroponik nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi internal. Di sisi lain, apabila produksi berkembang, hasil pertanian juga berpotensi dikemas dan dipasarkan sehingga dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi pengelola panti.

Penguatan keterampilan pengemasan dan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dengan demikian, peserta tidak hanya diperkenalkan pada proses produksi, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana sebuah hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Kegiatan PkM ini sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Keahlian akademisi Polinela dipadukan dengan kebutuhan nyata di lingkungan panti untuk menghasilkan model pertanian perkotaan yang sederhana, efisien, dan memungkinkan untuk dikembangkan secara mandiri.

Melalui kolaborasi tersebut, Panti Asuhan Miftahul Jannah diharapkan dapat memiliki aktivitas pertanian produktif yang tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi anak-anak dalam mengenal teknologi pertanian, kepedulian terhadap lingkungan, serta peluang kewirausahaan.

Program ini menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan di lingkungan perkotaan. Pemanfaatan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lahan diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam menghadapi keterbatasan ruang sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam menghasilkan pangan. (***)

Berikan Komentar


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved