Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dosen Polinela Kembangkan Model Dampak Banjir DAS Way Balau untuk Dukung Mitigasi Risiko Perkotaan
Lampungpro.co, 23-Sep-2026

Sandy 321

Share

Tim dosen Polinela teliti memetakan potensi dampak banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Bandar Lampung | LAMPUNGPRO.CO/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan model untuk memetakan potensi dampak banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Balau, Kota Bandar Lampung.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Pengembangan Model Dampak Banjir DAS Way Balau sebagai Dasar Mitigasi Risiko untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Perkotaan Berkelanjutan Kota Bandar Lampung.”

Kajian ini diarahkan untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam memahami risiko banjir sekaligus mendukung penyusunan langkah mitigasi di kawasan perkotaan.

Salah satu tahapan penelitian yang dilakukan tim adalah pengambilan sampel air Sungai Way Balau. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga bagian sungai, yakni kawasan hulu, tengah, dan hilir, untuk memperoleh gambaran kondisi air serta karakteristik aliran pada masing-masing segmen sungai.

Titik pengambilan sampel di bagian hulu berada di Jalan Lambang, Kecamatan Labuhan Ratu. Sementara itu, titik sampling bagian tengah berlokasi di Gang Persada, Kecamatan Kedamaian, dan bagian hilir berada di Jalan Ikan Kembung, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Pembagian lokasi sampling tersebut dilakukan untuk memperoleh data lapangan yang mewakili kondisi Sungai Way Balau dari bagian hulu hingga hilir. Data yang diperoleh nantinya menjadi salah satu komponen dalam rangkaian analisis untuk membangun model dampak banjir di kawasan DAS tersebut.

Tim peneliti tidak hanya melihat kondisi kualitas air. Data lapangan juga akan dikombinasikan dengan informasi spasial untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai karakteristik DAS Way Balau dan wilayah yang berada di sekitarnya.

Dalam proses tersebut, Sistem Informasi Geografis (GIS) digunakan untuk mengolah dan menganalisis data spasial. Pendekatan ini memungkinkan karakteristik wilayah, jaringan sungai, serta kondisi ruang di sekitar DAS ditampilkan dan dianalisis secara lebih terintegrasi.

Selain GIS, tim juga memanfaatkan HEC-RAS (Hydrologic Engineering Center–River Analysis System) sebagai perangkat untuk pemodelan hidraulika. Data mengenai kondisi sungai dan karakteristik aliran dipersiapkan sebagai input untuk melihat perilaku aliran air serta kemungkinan terjadinya genangan.

Melalui pemodelan tersebut, penelitian diarahkan untuk menghasilkan gambaran mengenai pola aliran dan potensi wilayah yang terdampak ketika terjadi banjir. Informasi tersebut nantinya dapat disajikan dalam bentuk spasial sehingga lokasi yang berpotensi terdampak dapat lebih mudah diidentifikasi.

Pendekatan berbasis GIS dan HEC-RAS menjadi bagian penting dalam penelitian karena DAS Way Balau berada di kawasan perkotaan Bandar Lampung yang terus mengalami perkembangan aktivitas dan pemanfaatan ruang.

Perubahan pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan dapat berkaitan dengan karakteristik aliran air dan kondisi wilayah di sekitar sungai. Karena itu, pemodelan berbasis data diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi dampak banjir di kawasan DAS Way Balau.

Informasi yang dihasilkan dari penelitian tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pendukung dalam memahami risiko banjir, khususnya dalam menentukan wilayah yang berpotensi mengalami genangan serta melihat karakteristik aliran sungai saat terjadi kondisi banjir.

Dengan tersedianya informasi tersebut, langkah mitigasi dapat disusun dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan karakteristik DAS. Data spasial juga dapat membantu memberikan gambaran bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebutuhan penanganan kawasan yang memiliki potensi risiko banjir.

Penelitian ini dilaksanakan oleh tim dosen Polinela yang terdiri dari Ir. Arlina Phelia, S.T., M.T. selaku ketua tim, bersama anggota Ir. Ismadi Raharjo, M.Si., Ir. Mirnanda Cambodia, S.T., M.T., Riyan Maruly, S.T., M.Par., dan Ir. Dwi Meyta Sari, S.T., M.T.

Melalui integrasi antara data hasil pengamatan lapangan, analisis GIS, dan pemodelan hidraulika menggunakan HEC-RAS, penelitian ini diharapkan menghasilkan informasi spasial yang dapat memperkuat pemahaman mengenai potensi dampak banjir di DAS Way Balau. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Gabah Dilarang Keluar, Tapi Mengapa Masih Bisa...

Mengapa pembeli dari luar Lampung mampu menawarkan harga gabah...

10905


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved