
Penerapan teknologi tersebut juga berdampak pada peningkatan kemampuan anggota kelompok tani. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 56,7 menjadi 86,3 atau bertambah 29,6 poin setelah mengikuti sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung.
Dari sisi keterampilan pengoperasian, sebanyak 18 dari 20 peserta atau 90 persen dinyatakan mampu memenuhi enam indikator kompetensi, mulai dari menyalakan mesin, memilih jalur sesuai jenis bahan, memasukkan bahan secara aman, menghentikan mesin, membersihkan ruang pencacah, hingga melakukan perawatan dasar.
Mesin tersebut telah diuji untuk mengolah enam jenis bahan lokal, yakni singkong, bonggol jagung, batang jagung, ranting petai cina, rumput gajah, dan rumput ilalang.
Program tidak hanya berfokus pada penyerahan dan penggunaan mesin. Tim Polinela juga melakukan pendampingan tata kelola pemanfaatan alat agar teknologi dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kelompok.
Kelompok Tani Sidomulyo selanjutnya menetapkan satu operator utama dan dua operator cadangan, menyusun jadwal penggunaan serta perawatan mesin, dan mulai menerapkan pencatatan jenis dan jumlah bahan, waktu penggunaan, kebutuhan bahan bakar, hingga kondisi peralatan.
Pola pengelolaan tersebut diharapkan membuat mesin tidak sekadar menjadi bantuan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai sarana produksi bersama yang mampu meningkatkan efisiensi penyediaan pakan ternak.
Berikan Komentar
Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...
21958
Bandar Lampung
548
Bandar Lampung
1129
Metro
2303
261
26-Aug-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia