“Paling tidak ini menjadi langkah penanganan yang sistemik. Karena persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara tiba-tiba. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana membangun sistem penanganan yang menyeluruh,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bandar Lampung akan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, hingga Bappeda untuk memastikan program tersebut berjalan maksimal.
Koordinasi tersebut nantinya diarahkan untuk menyusun langkah teknis lanjutan setelah dokumen master plan selesai dibuat.
Dalam keterangannya, Agus juga menyoroti kondisi sungai di Kota Bandar Lampung yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Penyempitan aliran sungai, sedimentasi, hingga persoalan tata ruang disebut masih menjadi tantangan yang harus dibenahi secara bertahap.
“Keberadaan sungai memang menjadi salah satu sumber persoalan banjir. Ada penyempitan, sedimentasi, dan berbagai faktor lain yang saling berkaitan,” kata Agus Djumadi.
Karena itu, ia berharap penyusunan roadmap berbasis data dapat membantu pemerintah dalam memetakan titik-titik rawan banjir yang membutuhkan penanganan prioritas.
Agus menilai, pertumbuhan Kota Bandar Lampung yang terus berkembang menuju kawasan metropolitan harus diimbangi dengan sistem drainase dan pengelolaan sungai yang baik agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Berikan Komentar
285
11-May-2026
405
11-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia