“Begitu masuk daftar, langsung ukur bajunya. Jangan sampai satu semester baru seragamnya keluar. Kalau terlalu lama, bantuan itu tidak lagi efektif,” tegas Asroni.
Menurutnya, keterlambatan pembagian seragam justru dapat membebani keluarga kurang mampu. Sebab, selama menunggu bantuan, orang tua terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli seragam agar anak tetap dapat mengikuti kegiatan sekolah.
Asroni juga mengaku hingga saat ini belum melihat secara langsung seragam sekolah yang diperuntukkan bagi siswa yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
“Seragam yang diadakan untuk anak-anak yang diterima tahun 2026-2027 ini, sampai sekarang belum saya lihat mereka terima. Jangan sampai nanti baru dibagikan akhir Desember,” katanya.
Jika seragam baru diterima menjelang akhir tahun, menurutnya, bantuan tersebut menjadi kurang tepat sasaran dari sisi waktu.
Sebab, siswa kemungkinan besar sudah memiliki seragam yang dibeli sendiri oleh orang tuanya.
“Kalau dibagikan terlalu lama, mereka sudah punya. Mereka akhirnya membeli sendiri dan mengeluarkan uang lagi. Padahal tujuan bantuan ini untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu,” jelas Asroni Paslah.
Berikan Komentar
Bandar Lampung
335
Bandar Lampung
987
Metro
2164
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia