BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Ekonomi Provinsi Lampung pada 2020 mengalami penurunan (kontraksi) pertumbuhan 1,67% atau lebih rendah dibanding pencapaian 2019 yang tumbuh 5,26%. Lampung kini menempati posisi kedelapan akibat kontraksi pertumbuhan 1,67@ itu.
Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Jumat (5/2/2021), laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)se-Sumatera pada 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,19% dibanding 2019. Kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi di Kepulauan Riau sebesar 3,80% dan kontraksi pertumbuhan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,02%.
Pada triwulan IV-2020, skonomi Provinsi Lampung mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,26% dibanding triwulan IV-2019 (year on year). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,10%. Dari sisi pengeluaran, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 8,47%.
Sedangkan per kuartal (q-to-q), ekonomi Lampung triwulan IV-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 8,28% dibanding triwulan III-2020. Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 25,34 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen PMTB dan pengeluaran konsumsi rumah tangga terkontraksi masing-masing sebesar 0,52% dan 0,06%.
Struktur perekonomian Lampung menurut lapangan usaha di 2020 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan (29,90%). Diikuti industri pengolahan (19,41%), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (11,14%).
Secara nasional, menurut Kepala BPS, Suhariyanto, untuk pertama kalinya Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi setelah krisis moneter 1998. Pada 2020, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi minus 2,07%. Ini untuk pertama kalinya Indonesia mengalami kontraksi sejak 1998. Pada 1998 karena krisis moneter dan 2020 mengalami pandemi, kata Suhariyanto pada konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).
Namun, kata Suhariyanto, Indonesia tak sendiri karena sejumlah negara juga mengalami kondisi serupa, bahkan kontraksinya lebih dalam. Amerika Serikat mengalami kontraksi hingga -3,5%. Tak beda dengan Uni Eropa. Lembaga resmi negara setempat mengumumkan Uni Eropa mengalami kontraksi -6,4%. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16538
EKBIS
9215
Lampung Selatan
5053
Bandar Lampung
4858
Bandar Lampung
4726
270
04-Apr-2025
338
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia