Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Harga Komoditas Membaik, Nilai Tukar Petani Lampung 104,18
Lampungpro.co, 04-Jul-2017

Amiruddin Sormin 2164

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Membaiknya harga beberapa komoditas pertanian seperti jagung, kacang-kacangan, ketela pohon, dan ubi jalar, membuat nilai tukar petani (NTP) Provinsi Lampung pada Juni 2017, tercatat 104,18. Angka itu juga disumbangkan subsektor peternakan, perikanan tangkap, dan subsektor perikanan budidaya pada beberapa komoditas yang juga mengalami kenaikan harga.

Namun pada komoditas tanaman hortikultura dan perkebunan, seperti cabai merah, cabai rawit, alpukat, jeruk, lada, karet, dan kelapa sawit mengalami penurunan harga. "Sebagian subsektor mengalami kenaikan NTP pada Juni 2017, kecuali subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Lampung, Bambang Widjonarko, Senin (3/7/2017).

Pantauan Lampungpro.com, perkembangan harga karet di berbagai sentra belum membaik. Di Natar, Lampung Selatan, misalnya, harga belum bergerak dari Rp5.000/kg dari sebelumnya Rp20 ribu/kg. Kondisi ini membuat sejumlah petani berencana membongkar kebun karetnya dan pindah ke komoditas lain yang lebih menguntungkan seperti jagung.

Menurut BPS, dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Juni 2017, ada 13 provinsi mengalami kenaikan NTP, termasuk Lampung dan 20 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Banten dengan peningkatan sebesar 1,34%, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung yang turun sebesar 1,42%.

Selama Juni 2017 di daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,33 persen. Inflasi disebabkan naiknya indeks harga pada hampir seluruh kelompok yaitu: kelompok sandang, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok perumahan, kelompok kesehatan, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, dan kelompok transportasi dan komunikasi. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16951


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved