Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Hutan Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Hadapi Masalah Serius
Lampungpro.co, 22-Mar-2018

Lukman Hakim 2962

Share

#portalberitalampung #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), menghadapi berbagai masalah serius yang mengancam kondisi kelestarian hutan dan habitat satwa liar di hutan tersebut.

Hal itu dikatakan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wildlife Conservation Society (WCS) saat melakukan pelatihan dan pembinaan masyarakat terkait perburuan liar, kebakaran hutan, dan konflik gajah, di Balai TNWK Seksi I, Plang Ijo, Kamis (22/3/2019).

Anggota LSM WCS, Sugio, mengatakan, berbagai ancaman yang akan merusak ekosistem hutan dan satwa liar yaitu kebakaran hutan yang selalu terjadi di setiap musim kemarau dan belum pernah tertangkap pelakunya.

Perburuan liar yang sudah menjadi persoalan klasik yang tidak kunjung selesai. Sehingga, sangat membahayakan keberadaan satwa liar hutan TNWK. Ironisnya, perburuan sudah banyak yang mengarah objek pada gajah untuk diambil gadingnya, kata Sugio.

Dan penggembalaan ternak yang dilakukan masyarakat, di hutan TNWK terutama kerbau. Sebab, keberadaan kerbau dan kotorannya sangat merusak kondisi lingkungan hutan. Kotoran kerbau bisa menjadi dampak penyakit pada gajah. Dan keberadaan kerbau berdampak pada kelestarian hutan dengan banyaknya kubangan untuk mandi, kata dia.

Yang paling diresahkan masyarakat desa penyangga hutan TNWK yakni, konflik gajah liar dan petani yang selalu berdampak pada kerusakan tanaman. Konflik semacam ini juga membuat masyarakat membenci satwa liar jika tidak ditanggapi serius, kata Sugio.

Menurut dia, untuk menjaga kelestarian hutan dari ancaman kebakaran, perburuan dan penggembalaan ternak, perlu adanya kerja sama dengan masyarakat, khususnya warga desa penyangga hutan TNWK. Dengan agenda pelatihan ini, kami berharap masyarakat akan sadar fungsi hutan dan satwanya, kata dia. (SUSANTO/PRO2)

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16664


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved