BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan sikap tegas atas meningkatnya kasus campak di Kota Bandar Lampung hasil pemantauan Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurut Asroni, lonjakan kasus campak bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm keras atas lemahnya sistem pencegahan dan ketidaksiapan logistik vaksin di daerah.
“Campak itu penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Jika kasus meningkat, maka ada yang tidak beres dalam sistem perlindungan kesehatan anak kita,” tegas Asroni, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan informasi yang beredar, kebutuhan vaksin campak di Bandar Lampung mencapai puluhan ribu dosis, sementara stok yang tersedia hanya ratusan vial. Artinya, ketersediaan vaksin bahkan tidak menutup 5% dari total kebutuhan riil.
Kondisi ini dinilai, lanjut Asroni, sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mempercepat penyebaran kasus jika tidak segera diatasi.
Komisi IV menilai, apabila cakupan imunisasi tidak mencapai minimal 95% sebagaimana standar kekebalan kelompok (herd immunity), maka potensi wabah akan terus menghantui. Setiap penurunan 10% cakupan imunisasi saja dapat meningkatkan risiko lonjakan kasus secara signifikan.
“Kita tidak boleh bermain-main dengan angka. Jika ribuan anak belum terlindungi, maka satu kasus bisa berkembang menjadi puluhan, bahkan ratusan kasus dalam waktu singkat,” ujar Asroni.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung mendesak, audit cepat terhadap data cakupan imunisasi di seluruh kecamatan, transparansi jumlah kasus riil dan peta sebarannya, percepatan distribusi vaksin melalui koordinasi intensif dengan dan pemerintah pusat, serta, pelaksanaan imunisasi kejar secara masif, terukur, dan terjadwal.
Asroni menegaskan, bahwa pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung keterangan dan pertanggungjawaban teknis, termasuk proyeksi kebutuhan vaksin dan skema mitigasi jika stok belum terpenuhi dalam waktu dekat.
“Kalau ini tidak ditangani dengan serius, kita sedang mempertaruhkan generasi masa depan. Pemerintah Kota harus hadir, bukan reaktif setelah kasus melonjak,” pungkasnya.
Komisi IV memastikan akan mengawal penuh persoalan ini hingga ada jaminan bahwa setiap anak di Kota Bandar Lampung mendapatkan haknya atas perlindungan kesehatan yang layak. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Kominfo Lampung
516
575
28-Mar-2026
183
04-Mar-2026
254
03-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia