Ironisnya, lanjut Kepala Desa, ketersediaan pupuk bersubsidi juga semakin terbatas dan menambah tekanan biaya produksi yang dihadapi petani.
Selain masalah pertanian, terang Bambang Sutejo, masalah pengelolaan lingkungan juga menjadi sorotan.
.jpeg)
“Belum adanya sistem pengelolaan sampah terpadu di desa menyebabkan limbah pertanian seperti jerami, batang jagung, dan kotoran ternak yang sebenarnya berpotensi besar sebagai bahan kompos—justru banyak dibakar,” ujarnya.
Kebiasaan ini, dinilai berkontribusi pada emisi gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global dan memicu cuaca ekstrem.
Pertanian yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk kimia berlebihan dan pembakaran jerami, diduga menjadi salah satu penyebab utama perubahan iklim yang dampaknya dirasakan saat ini.
Berikan Komentar
Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...
5069
Kominfo Lampung
426
Kominfo Balam
419
Bandar Lampung
383
Kominfo Balam
397
Bandar Lampung
533
300
17-Jun-2026
367
17-Jun-2026
378
17-Jun-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia