Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Langganan Banjir, Ratusan Rumah dan Masjid di Ambarawa dan Gadingrejo Pringsewu Terendam 50-75 Cm
Lampungpro.co, 23-Oct-2022

Amiruddin Sormin 2657

Share

Petugas Polres Pringsewu dan BPBD saat menyedot air banjir menggunakan genset. LAMPUNGPRO.CO/POLRES PRINGSEWU

PRINGSEWU (Lampungpro.co): Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Pringsewu pada Sabtu (22/10/2033) sore hingga malam mengakibatkan luapan air di sejumlah tempat. Tak hanya di jalan jalan protokol dan perkampungan, luapan air hujan ini juga  menggenangi pemukiman dan rumah rumah penduduk.


Peritiwa ini terjadi di Pekon Fajar Agung kecamatan, Pringsewu, Pekon Ambarawa Kecamatan Ambarawa  dan Pekon Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo. Kabag Operasional Polres Pringsewu Kompol Kisron mengatakan luapan air hujan disebabkan tingginya intensitas hujan yang turun sejak pukul 15.00 sore hingga 21.00 sehingga membuat saluran irigasi tidak mampu menampung debit air. 

"Akibatnya aliran air meluber ke jalan dan pemukiman juga menggenangi rumah penduduk," ujar Kompol Kisron, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi pada Minggu (23/10/2022) pagi.

Menurut Kabag Operasional, banjir paling parah terjadi di Pekon Fajar Agung, Pringsewu. Ketinggian air bahkan mencapai 75 centimeter. Di Pekon tersebut setidaknya ada satu masjid dan puluhan rumah warga terendam banjir.

Dikatakan Kisron, air masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 18.30 WIB, dan baru surut pukul 21.00 WIB. Setelah air surut polisi bersama BPBD dan instansi terkait membantu warga membersihkan rumah-rumah yang terendam.

"Ada beberapa tempat yang sulit surut karena berada di dataran rendah. Sehingga untuk proses pembersihan harus menggunakan bantuan mesin penyedot air genset," jelasnya.

Sementara di lokasi lain, kata Kabag Operasional menambahkan, luapan air hujan hanya menggenangi jalan jalan protokol dan jalan perkampungan. "Di tempat lain Alhamdulillah, luapan air hujan tidak sampai menggenangi rumah rumah penduduk," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, dia mengimbau masyarakat waspada dan segera melapor apabila di wilayahnya terjadi bencana alam. Laporan itu bisa datang langsung kekantor instansi pemerintah terdekat atau menghubungi posko siaga bencana pada nomor 0729-21108. "Apabila terjadi bencana, harap segera melapor agar bisa mendapatkan penanganan segera," terangnya.

Terpisah Kepala Pekon fajar Agung, Suparman mengatakan, banjir yang terjadi di desanya disebabkan saluran irigasi tidak mampu menampung debit air hujan. Selain karena lokasi banjir berada di dataran rendah, juga diperparah dengan kiriman air dari desa sekitar. Seperti kelurahan Pajaresuk, Padang Asri, dan sekitar kuburan cina.

Menurut Suparman, di desanya memang  menjadi langganan banjir. Apabila turun hujan deras intensitas lebih dari 1 jam dapat dipastikan terjadi genangan. Minimal menggenangi jalan  perkampungan. "Jika hujan itu terjadi lebih dari sejam, ya bisa dipastikan genangan air bisa masuk ke rumah penduduk," terangnya.

Dia mengungkapkan, banjir pada Sabtu malam mengakibatkan genangan di sejumlah tempat dengan ketinggian berkisar 50-75 cm. "Setidaknya ada 20-30 rumah penduduk yang kemasukan air hujan. Namun sekira pukul 21.00 air sudah surut, dan sudah dilakukan upaya pembersihan oleh instansi terkait dan masyarakat" jelasnya.

Dia juga mengatakan, akibat banjir tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Sementara itu terkait kerugian materil masih didata. "Kalo kerugian materil ya barang barang Yang basah akibat terendam air hujan, namun nilainya masih dalam pendataan," kata Suparman. (***)

Editor: Amiruddin Sormin

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16448


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved