JAKARTA (Lampungpro.co) – Pemerintah terus memperkuat kebijakan penyiapan tenaga kerja muda melalui Program Magang Nasional. Program ini dinilai efektif meningkatkan kompetensi lulusan baru sekaligus membuka akses masuk ke dunia kerja, sehingga berkontribusi menekan angka pengangguran usia produktif yang masih didominasi fresh graduate.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, mengapresiasi langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan pengalaman kerja langsung bagi lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, kesempatan magang yang terstruktur menjadi modal penting bagi anak muda untuk memahami kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing.
“Kami mengapresiasi Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan kesempatan kepada fresh graduate untuk memperoleh pengetahuan, pembelajaran, dan pengalaman melalui Program Magang Nasional,” kata Netty.
Ia menilai program tersebut tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga menjadi jembatan penting menuju dunia kerja.
“Bukan tidak mungkin Program Magang Nasional menjadi salah satu milestone dalam menekan angka pengangguran serta membuka peluang kerja bagi fresh graduate di tempat magangnya,” ujarnya.
Netty menegaskan DPR akan terus mendukung kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak pada generasi muda melalui program yang terukur, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dukungan serupa disampaikan pemerintah. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan realisasi peserta Program Magang Nasional telah mencapai 102.696 orang dari total 724.880 pelamar pada batch pertama hingga ketiga. Capaian tersebut melampaui target awal sebanyak 100.000 peserta dan menjadi dasar kelanjutan Program Paket Ekonomi pada 2026.
“Pemerintah saat ini terus mematangkan persiapan Program Paket Ekonomi yang akan dilanjutkan pada 2026,” ujar Haryo.
Selain Magang Nasional, paket kebijakan tersebut juga mencakup perpanjangan insentif perpajakan serta dukungan sosial ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli memastikan Program Pemagangan Nasional melalui platform Maganghub kembali dibuka tahun ini. Batch berikutnya dijadwalkan dimulai pada April, setelah penyelesaian batch pertama.
Pada pelaksanaan sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan 100.000 kuota yang terbagi dalam tiga batch dengan penempatan di instansi pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta. Namun, hasil evaluasi menunjukkan lokasi pemagangan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk pemerataan wilayah penempatan magang,” kata Yassierli.
Untuk batch selanjutnya, Kemnaker menargetkan 100.000 peserta baru dengan jangkauan penempatan yang lebih luas hingga luar Pulau Jawa, sebagai upaya memperluas akses kesempatan kerja bagi pemuda di seluruh Indonesia. (Krs)
Rilis: Ofan
Berikan Komentar
Lampung ini bukan hanya soal “saya sudah dapat apa”,...
275
Bandar Lampung
899
Lampung Timur
1147
260
18-Jan-2026
323
18-Jan-2026
275
18-Jan-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia