Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Lewat PKM, Dosen Polinela Dorong Pemberdayaan Perempuan Desa Wiyono Lewat Inovasi Buak Tart Pala
Lampungpro.co, 24-Jun-2026

Sandy 955

Share

Tim dosen Polinela saat Pengabdian Kepada Masyarakat di desa Wiyono, Pesawaran | LAMPUNGPRO.CO/Ist

PESAWARAN (Lampungpro.co) : Upaya pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal kembali dilakukan dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengolahan Buak Tart Kue Khas Lampung Berbasis Pala Komoditas Unggulan Desa Wiyono”.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Polinela dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat kapasitas usaha perempuan pedesaan. Tidak hanya fokus pada pengolahan produk, kegiatan ini juga menyasar peningkatan kualitas kemasan, penguatan pemasaran digital, hingga pendampingan legalitas usaha bagi kelompok perempuan di desa.

Desa Wiyono sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil pala di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Komoditas ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, sehingga dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin Ketua Tim, Dr. Ir. Widia Rini Hartari, S.T.P., M.Si., bersama Dr.Ir. Zukryandry, S.T., M.Si.; Ir. Ersan, M.T.A.; Ir. Martina Anggi Silova, S.T., S.Pd., M.T.; Zuhrotul Mujayanah, S.Tr.P., M.T.P.; Siti Herdianti Elza, S.P., M.Si.; Ir. Ailsa Azalia, S.T.P., M.T.P.; Ir. Maryanti, S.T.P., M.Si.; Ir. Febrina Delvitasari, S.T.P., M.Si.; Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T.; Tinda Yuvita, S.Gz., M.Tr.P.; serta Bigi Undadraja, S.T.P., M.Si.

Mereka hadir memberikan pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mentari, yang menjadi mitra utama dalam program tersebut.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Wiyono, Marlina Pujiastuti, serta Ketua KWT Mentari, Sunari, bersama para anggota kelompok. Kolaborasi antara perguruan tinggi, penyuluh, dan kelompok masyarakat ini menjadi kekuatan penting dalam mendorong lahirnya usaha berbasis komoditas lokal yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan Buak Tart Pala, mulai dari persiapan bahan baku, penyusunan formulasi adonan, teknik pengolahan, hingga proses menghasilkan produk siap konsumsi. Olahan ini dirancang sebagai inovasi pangan berbahan dasar pala yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan pala dalam bentuk konvensional.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kontroversi VS Kerja Nyata DPRD Kota Bandar...

Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...

8745


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved