Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Makanan MBG Tak Habis, Dosen Polinela Ungkap Risiko Kehilangan Nutrition Loss Bagi Siswa
Lampungpro.co, 18-Oct-2026

Sandy 325

Share

Dosen Politeknik Negeri Lampung saat mengambil sample makanan MBG di SMP Negeri 2 Merto | LAMPUNGPRO.CO/Ist

METRO (Lampungpro.co) : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya memastikan makanan tersedia bagi siswa. Makanan yang disajikan juga perlu dikonsumsi agar kandungan gizinya benar-benar memberikan manfaat bagi tubuh.

Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen Program Studi Sarjana Terapan Gizi Klinis, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), melalui penelitian tentang daya terima makanan dan potensi kehilangan zat gizi akibat sisa makanan pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Metro.

Penelitian ini menyoroti nutrition loss, yakni potensi hilangnya kesempatan memperoleh zat gizi ketika makanan yang telah disediakan tidak dikonsumsi. Sisa makanan di piring dapat membuat siswa kehilangan sebagian asupan yang seharusnya diperoleh dari program MBG.

Ketua tim peneliti, Yunilla Prabandari, S.Gz., M.Gizi, mengatakan keberhasilan program MBG perlu dilihat bukan hanya dari jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga dari seberapa banyak makanan tersebut benar-benar dikonsumsi siswa.

“Jangan sampai makanan bergizi sudah disediakan, tetapi sebagian justru tersisa dan tidak dimanfaatkan oleh tubuh. Menghabiskan makanan sesuai kebutuhan merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan manfaat MBG, termasuk asupan protein, karbohidrat, dan serat yang penting bagi siswa,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, tim melibatkan 70 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Metro. Pengamatan dilakukan melalui pengukuran sisa makanan dan evaluasi daya terima untuk mengetahui bagian makanan yang tidak dikonsumsi serta potensi kehilangan zat gizi yang menyertainya.

Protein, karbohidrat, dan serat menjadi komponen yang turut mendapat perhatian. Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, karbohidrat menjadi sumber energi untuk belajar maupun beraktivitas, sedangkan serat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Anggota tim peneliti, Devi Elvina Rachma, S.Gz., M.Gizi, menjelaskan bahwa daya terima makanan perlu dievaluasi karena makanan bergizi belum tentu dihabiskan apabila menu yang disajikan kurang sesuai dengan selera siswa.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Saat Kawan Naik Takhta, Koran Kehilangan Nama

Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...

3741


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved