“Kami berharap siswa semakin memahami pentingnya makanan bergizi dan membiasakan diri menghabiskan makanan sesuai kebutuhan, sehingga makanan yang disediakan dapat memberikan manfaat secara optimal,” tuturnya.
Tim peneliti menilai upaya mengurangi sisa makanan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari penyedia makanan, pihak sekolah, hingga siswa. Evaluasi menu, penyesuaian porsi, pengembangan variasi olahan, serta edukasi gizi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Meski demikian, kebiasaan menghabiskan makanan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan rasa kenyang masing-masing siswa. Edukasi yang diberikan bukan untuk mendorong konsumsi berlebihan, melainkan membantu siswa memahami pentingnya asupan gizi yang cukup dan seimbang.
Melalui penelitian ini, tim dosen Polinela berharap evaluasi daya terima dan sisa makanan dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya diukur dari makanan yang disediakan, tetapi juga dari manfaat gizi yang benar-benar diperoleh siswa.
Penelitian tersebut mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.(***)
Berikan Komentar
Ketika seorang kawan naik takhta, orang-orang yang dahulu membantunya...
3741
Bandar Lampung
1708
Kominfo Lampung
2548
193
19-Oct-2026
312
19-Oct-2026
222
19-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia