Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan metode pengelolaan vegetasi secara mandiri sesuai dengan potensi yang tersedia di lingkungan mereka.
Selain memberikan edukasi dan praktik, tim PkM Unila juga melakukan pendampingan serta monitoring terhadap perkembangan tanaman.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi vegetasi sumber pakan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam menerapkan agen hayati secara berkelanjutan.
Tim juga menekankan bahwa hasil monitoring penggunaan Trichoderma pada tahap ini masih merupakan indikasi awal. Hasil tersebut belum digunakan untuk menarik kesimpulan akhir mengenai efektivitasnya terhadap pertumbuhan maupun pembungaan tanaman.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengembangan program dilakukan berdasarkan proses pengamatan yang berkelanjutan dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.
Melalui integrasi antara pemanfaatan MOL urine sapi, aplikasi Trichoderma, pengelolaan vegetasi sumber pakan, serta keterlibatan aktif masyarakat, program PkM Unila diharapkan dapat memperkuat budidaya lebah tanpa sengat Madu Mulyo.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya memanfaatkan potensi lokal secara lebih optimal dengan pendekatan yang ramah lingkungan.
Berikan Komentar
Berita baru lima menit, opini sudah lima kilometer.
893
Olahraga
1480
Kominfo Lampung
1857
Kominfo Lampung
1415
377
08-Oct-2026
400
08-Oct-2026
350
08-Oct-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia