JAKARTA (Lampungpro.com): Menyiapkan sarapan adalah cara penting untuk memulai hari yang sehat. Tapi nanti dulu, cukup sehatkan menu sarapan Anda? Jika demi menghemat waktu Anda memilih makanan yang diproses lama atau makanan cepat saji, sebaiknya pertimbangkan lagi.
Sebuah penelitian menyebutkan orang yang terlalu sering makan makanan yang diproses seperti nugget ayam dan mi instan punya risiko lebih besar terserang penyakit kanker. Telah lama diketahui makan makanan yang segar seperti sayur, buah dan gandum utuh lebih sehat dan bisa mencegah risiko kanker.
Sementara tak hanya meningkatkan risiko kanker, makanan yang diproses lama juga meningkatkan obesitas karena kadar kalorinya yang tinggi. Penelitian tentang efek makanan proses ini dilakukan di Prancis dan Brazil.
Kesimpulan kami, makanan yang diproses lama juga meningkatkan risiko kanker. Peningkatan sepuluh persen dari proporsi makanan olahan dalam diet harian berhubungan signifikan dengan peningkatan 10 persen risiko kanker payudara, kata tim peneliti melalui publikasi di jurnal online British Medical Journal (BMJ).
Yang dimaksud dengan makanan olahan berat adalah makanan yang diproses dengan sangat-sangat berat. Misalnya :
- Roti dan makanan yang dipanggang lama.
- Minuman bersoda dan tambahan pemanis.
- Sup dan mi instan.
- Nuget ayam, ikan atau bakso-baksoan.
- Olahan daging yang bentuknya berubah dengan tambahan pengawet selain garam
- Makanan siap saji yang dibekukan.
- Makanan yang sebagian besar dibuat dengan gula, minyak dan lemak.
Sementara makanan olahan yang bukan olahan berat seperti keju, pasta dan sayuran dalam kaleng disebut tidak termasuk yang memicu kanker, kata Bernard Srour dari organisasi riset nasional Prancis Inserm mewakili para rekan penelitinya seperti dikutip laman Today.
Penelitian dilakukan terhadap 100 ribu orang Prancis orang yang disurvei. Mereka secara teratur mengisi kuesioner tentang gaya hidup mereka termasuk detil dari 3.300 makanan berbeda yang mereka konsumsi. Setelah lima tahun, lebih dari 2.200 kasus didiagnosa dari kelompok itu. Ada beberapa hal yang menunjukkan makanan olahan bisa memicu kanker.
Pertama makanan olahan umumnya mengandung lebih banyak lemak total, lemak jenuh, gula dan garam tambahan, dengan sangat sedikit serat dan vitamin, kata para peneliti.
Proses pengolahan juga memunculkan zat karsinogenik, seperti acrylamide dan polycyclic aromatic hydrocarbons. Belum lagi yang berasal dari pengepakan. Terakhir, makanan olahan berat juga mengandung zat tambahan makanan yang meski disahkan penggunaaannya tapi juga kontroversial, seperti sodium nitrat dalam pengolahan daging atau titanium dioxide (TiO2), untuk pemutih makanan yang terbukti bersifat karsinogenik pada model sel hewan, kata para peneliti.
Peneliti lain menyebut makanan olahan berat memang perkara yang sulit dan meluas. Hasil dari penelitian ini mendukung klaim bahwa pergeseran pasokan makanan dunia ke makanan olahan sebagian dapat menyebabkan meningkatnya kecenderungan kejadian penyakit tidak menular, termasuk kanker.
Kita masih jauh dari pemahaman dampak sepenuhnya dari makanan olahan untuk kesehatan, kata Martin Lajous dan Adriana Monge dari National Institute of Public Health di Mexico dalam komentar atas penelitian tersebut.
Sementara penelitian lain akan terus dijalankan dan disempurnakan tak ada salahnya menjalankan tiga langkah antikanker yang sama dari masa ke masa. Yakni, makan lebih banyak sayur dan buah, berolahraga, jaga berat badan ideal dan hindari rokok. (**/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16286
EKBIS
8919
Bandar Lampung
6253
153
04-Apr-2025
182
04-Apr-2025
155
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia