Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Menpar Paparkan Kiat Sukses Pariwisata Indonesia di Forum Dunia
Lampungpro.co, 26-Apr-2017

916

Share

BANGKOK (Lampungpr.com)-Keberhasilan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam mengembangkan Wonderful Indonesia banyak menuai pujian, bahkan Sekjen United National World Tourism Organization (UNWTO), Taleb Rifai memintanya untuk bercerita tentang kisah suksesnya dalam Forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit.

Menpar Arief pun memaparkan key success factors-nya di Hyatt Hotel Erawan, Bangkok, Thailand di hadapan para menteri pariwisata dan private sector itu. Di hadapan private sector CEO's investment and partnerships for Sustainable Tourism Development itu, Mantan Dirut PT Telkom itu berkisah.

Dalam sesi WTTC-United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Ministerial Dialogue, Selasa (25/4), Arief membeberkan pariwisata Indonesia terkini. Menurutnya, peran CEO Commitment atau keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk sektor pariwisata itu paling penting.

"Apalagi Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan. Maka seluruh Kementerian dan Lembaga mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di sepuluh destinasi yang biasa kami sebut dengan istilah 10 Bali Baru, ujar Arief.

Di forum yang dihadiri para chief executive officer (CEO) perusahaan investasi dan kemitraan untuk program pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism development (STD) itu Arief sekaligus mengucapkan terima kasih lada The World Bank.

"Tiga dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika, disupport pembiayaan infrastrukturnya oleh World Bank. Terima kasih World Bank," kata Arief Yahya.

Menteri Arief yang asli Banyuwangi ini pun membanggakan kepedulian Presiden Jokowi pada pariwisata. Sebab, Presiden Jokowi terus mendorong upaya untuk memoles destinasi wisata unggulan di Indonesia. Presiden sendiri yang mengendors pariwisata sehingga menjadi sektor unggulan, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime.

Untungnya kami punya presiden yang peduli pada turisme. Presiden menempatkan turisme sebagai leading sector sehingga semuanya menjadi jauh lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik, katanya.

Arief tak mau sekadar mengumbar klaim. Ia lantas menyodorkan bukti. Guna memudahkan wisatawan mancanegara masuk Indonesia, pemerintah Indonesia telah menyediakan fasilitas bebas visa. Kami sekarang memfasilitasi 169 negara sebagai penerima bebas visa, ujarnya, yang semula hanya 25 negara, yang Bebas Visa Kunjungan (BVK) itu.

Menurut Arief, imbas kebijakan itu sangat terasa. Tahun pertama, sejak pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan itu, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia naik drastis, 20 persen, katanya.

Kebijakan BVK itu, sejatinya bermula dari saran para petinggi UNWTO saat Menpar Arief buka-bukaan mempresentasikan kondisi pariwisata Indonesia. Terutama dengan target double, dari 9,3 juta 2014, harus melompat ke 20 juta di 2019. Salah satu pointnya adalah Visa Fasilitation itu.

Hampir semua sarannya dijalankan, termasuk harus mengkalibrasi dengan 14 pilar Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang diformulasi World Economic Forum (WEF) itu. "Point pertama, Go Digital Menggunakan teknologi digital untuk percepatan pembangujan kepariwisataan Indonesia," ujar Arief.

Sejak di ITB Berlin bulan lalu, Arief Yahya diundang secara khusus oleh Minister of Tourism and Sport Thailand Kobkarn Wattanavrangkul untuk hadir di Bangkok ini. Dia bahkan datang sendiri ke Pavilion Wonderful Indonesia di pameran industri pariwisata terbesar dunia itu.

Karena itu, baik Menteri Kobkarn maupun Permanent Secretary Thailand, Pongpanu Svetarundra yang hadir di acara itu mengucapkan terima kasih pada Menpar Arief yang hadir dan menjadi pemapar success story pariwisata Indonesia.

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved