KOTA AGUNG (Lampungpro.co): Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanggamus mengusung isu peningkatan pelayanan dasar masyarakat, dalam program dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2024. Sehingga, harus disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah dalam upaya mencapai standar pelayanan
minimal.
"Hanya dengan cara ini kita secara komprehensif dapat memecahkan permasalahan pembangunan daerah, melalui penyediaan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat. Kemudian pengurangan kesenjangan pembangunan antar daerah yang masih dipengaruhi pasca pandemi Covid-19. Sehingga tema pembangunan 2024 yang diangkat yakni Pemantapan Daya Saing Daerah Untuk Memacu Transformasi Ekonomi," kata Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, saat membuka Murenbang Rancangan RKPD 2024, Rabu (15/3/2023).
Bupati menyebutkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan RKPD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode satu tahun. Ini penjabaran rencana pembangunan jangka menengah yang merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Dilakukan dengan pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, top down, dan bottom up.
"Oleh karena itu, Rancangan RKPD yang dibahas dalam rangkaian forum Musrenbang mulai dari tingkat pekon, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten ini, disusun berpedoman pada Rancangan RPD 2024-2026 sebagai pengganti RPJMD 2018-2023. Dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya dan mengacu pada sasaran pembangunan Provinsi Lampung melalui Agenda Kerja Utama Rakyat Lampung Berjaya dan sasaran pembangunan nasional yang dicanangkan melalui lima arahan Presiden dan tujuh agenda Pembangunan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024" kata Bupati.
Enam Isu Strategis Pembangunan
Bunda Dewi, sapaan akrabnya, mengatakan dalam rangka pembangunan 2024, Kabupaten Tanggamus mengidentifikasi beberapa isu strategis yang perlu segera dibenahi antara lain, pertama peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM).Salah satu indikator untuk melihat capaian peningkatan kualitas dan daya saing SDM yaitu melalui Indeks Pembangunan Manusia, IPM Kabupaten Tanggamus pada 2021, baru mencapai nilai 66,65.
Bupati Tanggamus Dewi Handajani saat membuka Murenbang. LAMPUNGPRO.CO/CHANDRA
Kemudian mengalami perbaikan pada 2022 menjadi 67,22 dengan kategori sedang. Meskipun meningkata dari tahun sebelumnya sebesar 0,57 poin, hal tersebut mengakibatkan Tanggamus menjadi peringkat ke-11 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang nilai IPM-nya mencapai 70,45.
"Kita semakin tertinggal dibandingkan dengan capaian IPM nasional yang mencapai 72,91.OIeh karena itu harus ditingkatkan sinergisitas berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian yang dilaksanakan dengan kolaboratif seperti Program Semua Bisa Sekolah (SBS) sehingga mampu mendorong pencapaian target IPM sebesar 68,37 pada 2024. Selain itu melaksanakan Program Sekolah Ceria atau Cerdas, Inovatif dan Asyik yang memadukan empat pilar yaitu kurikulum merdeka belajar, delapan standar mutu satuan pendidikan, standar kompetensi guru dan inovasi serta Program Asik atau Anak Sekolah Ingin Kuliah melalui Gerakan Donasi Sepuluh Ribu Rupiah per bulan untuk membantu generasi penerus menggapai cita-citanya," kata Dewi
Kedua, di awal 2020 ditandai dengan merebaknya pandemic Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian dunia terkontraksi termasuk Tanggamus yang terkontraksi minus 1,77%. Namun pada 2021 kondisi tersebut mulai mengalami perbaikan dengan berhasil tumbuh positif 2,30% dan pada 2022 berhasil tumbuh 4,16% meskipun masih di bawah Provinsi Lampung yang tumbuh 4,28% dan nasional 5,31%.
"Oleh karena itu penguatan ekonomi terutama sektor UMKM dan sektor informal lainnya akan menjadi perhatian untuk mendorong daya beli
masyarakat termasuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sehingga target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% dapat dicapai pada 2024," kata Bupati.
Pengurangan Angka Kemiskinan
Ketiga, pengurangan angka kemiskinan. Pada 2021, angka kemiskinan Kabupaten Tanggamus mencapai 11,81%. Kemudian mengalami perbaikan pada 2022 sebesar 10,98,% meskipun lebih baik dari capaian Provinsi Lampung yang 11,57% Namun masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional. Untuk itu pada 2024, angka kemiskinan ditargetkan satu digit sebesar 9,49% sehingga konsentrasi program penanganan kemiskinan akan difokuskan pada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial atau PPKS yang saat ini masih sebesar 13,35% dan pengentasan tiga pekon tertinggal dan 220 Pekon Berkembang sehingga mampu menciptakan Pekon Maju yang saat ini baru mencapai 76 pekon.
Foto bersama peserta Musrenbang Kabupaten Tanggamus. LAMPUNGPRO.CO/CHANDRA
Keempat, peningkatan partisipasi angkatan kerja dan pengurangan pengangguran. Penciptaaan lapangan kerja menjadi suatu keharusan dalam rangka meningkatkan partisipasi angkatan kerja yang pada 2022 mencapai 68,91%, meskipun meningkat dari tahun sebelumnya 68,76%, akan tetapi TPAK Kabupaten Tanggamus masih di bawah Provinsi Lampung sebesar 70,06%.
Terkait hal tersebut, maka harus
dilaksanakan program yang kolaboratif antar stakeholders. Sehingga mampu menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Tanggamus yang pada 2022 mencapai 3,70% walaupun capaian tersebut lebih baik dari Provinsi Lampung sebesar 4,52% dan nasional 5,89% dan akan terus diperbaiki untuk mencapai target 3,60% pada 2024.
Peningkatan Produk Unggulan Daerah
Kelima, peningkatan produktivitas produk unggulan daerah. Pada 2022 kontribusi Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terhadap PDRB Kabupaten Tanggamus mencapai 38,91%. Salah satunya ditandai dengan produksi padi yang mencapai 173,93 ribu ton gabah kering giling atau 101,18 ribu ton beras. Oleh karena itu Kabupaten Tanggamus sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan program diversifikasi dan penyuluhan pertanian sehingga target 200,05 ribu ton gabah kering giling atau 113,79 ribu ton beras pada 2024 dapat tercapai.
Bupati Tanggamus Dewi Handajani bersama peserta Musrenbang. LAMPUNGPRO.CO/CHANDRA
Sedangkan produksi perikanan tangkap
untuk perairan laut pada 2022 mencapai 24,35 ribu ton dan ditargetkan pada 2024 mencapai 29,55 ribu ton. Selain itu, sektor-sektor lain yang
berkontribusi terhadap PDRB juga harus ditingkatkan produktivitasnya seperti sektor jasa, perdagangan, konstruksi, sektor transportasi dan sektor pendukung pariwisata yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum.
Keenam, penanganan bencana alam. Kabupaten Tanggamus merupakan daerah yang tergolong rawan bencana alam seperti banjir, tsunami, dan longsor dengan Indeks Risiko Bencana pada 2022 sebesar 145,56 yang mengalami peningkatan kerawanan dari tahun sebelumnya yang hanya 127,97. Dengan tingginya risiko bencana di Tanggamus menuntut kita semua untuk senantiasa meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berbasis mitigasi bencana.
Pada 2022 akibat banjir dan longsor di Kabupaten Tanggamus mengakibatkan 1.127 Ha lahan pertanian yang siap panen menjadi rusak. Menurut hasil analisis Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung atau BPDAS-HL Way Seputih-Way Sekampung, Wilayah di Kecamatan
Semaka dan sekitarnya akan selalu terkena banjir dan longsor bila tidak ditangani dengan serius oleh semua pihak, terkait hal tersebut kami mengharapkan bantuan, kolaborasi dan sinergisitas dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menangani hal bencana tersebut. (***)
Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Chandra
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16641
EKBIS
9323
Lampung Selatan
5168
Bandar Lampung
4964
Bandar Lampung
4829
107
05-Apr-2025
139
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia