BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti peran vital pondok pesantren dalam menyelamatkan puluhan ribu anak putus sekolah, dan menjaga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Lampung.
Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, dirinya tidak bisa membayangkan, seandainya tidak ada pesantren di Lampung, mungkin IPM Lampung tambah jeblok dan kemiskinan juga bertambah.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, terdapat ketimpangan signifikan terkait ketersediaan bangku sekolah menengah. Dari sekitar 130.000 lulusan SMP setiap tahunnya, hanya tersedia sekira 90.000 bangku SMA, menyisakan puluhan ribu siswa yang terancam putus pendidikan.
Ada 20.000 lulusan SMP yang tidak tertampung tersebut, akhirnya diserap oleh ribuan pondok pesantren di berbagai kabupaten/kota di Lampung. Keberadaan sekitar 1.400 pesantren, terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak, sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.
Sebagai wujud kepedulian dan dukungan konkret pemerintah, Pemprov Lampung mengalokasikan bantuan dana hibah tahun anggaran 2026. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Gubernur kepada 20 pondok pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan pada acara tersebut.
Sejalan dengan isu pendidikan, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, turut menyoroti daya saing lulusan SMA di Lampung di tingkat nasional. Ia merasa prihatin atas minimnya persentase putra daerah, yakni hanya berkisar 20-25 persen yang memenuhi standar kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).
Menurut Muzani, pemerintah pusat kini menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat untuk keluarga tidak mampu, dan Sekolah Garuda bagi siswa berprestasi. Pendidikan adalah cara terbaik memperbaiki kualitas bangsa untuk masa depan pada masa-masa yang akan datang.
Selain infrastruktur pendidikan, penguatan ekonomi agraris, juga menjadi fondasi utama kebijakan pemerintah daerah saat ini. Ketua MPR memuji langkah strategis Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga komoditas unggulan, di mana harga singkong berhasil menyentuh Rp1.350 perkilogram dan jagung stabil di angka Rp6.500 perkilogram.
Saat ini, Pemprov Lampung juga tengah mematangkan skema hilirisasi hasil bumi, untuk mengundang investor membangun kawasan industri cokelat, kopi, dan olahan pangan lainnya.
Di tengah dinamika perekonomian tersebut, Muzani mengingatkan stabilitas keamanan adalah kunci utama agar roda pembangunan berjalan lancar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus merawat toleransi dan kerukunan, terlebih di tengah memanasnya suhu geopolitik dan konflik di Timur Tengah saat ini.
Kolaborasi yang solid antara ulama dan umara, diyakini mampu menciptakan iklim daerah yang kondusif, mempercepat roda ekonomi dari desa hingga kota, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. (***)
Editor : Febri Arianto
Berikan Komentar
Olahraga
511
Lampung Selatan
585
Lampung Selatan
631
Bandar Lampung
749
Lampung Selatan
1354
2802
28-Mar-2026
176
08-Mar-2026
196
08-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia