Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung dan TNI Polri Perkuat Mitigasi TNWK Lampung Timur Untuk Lindungi Gajah dan Warga dari Konflik
Lampungpro.co, 01-Sep-2026

Febri 216

Share

Gubernur Lampung Saat Kunjungi Way Kambas | Ist/Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama TNI dan Polri, memperkuat mitigasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, untuk melindungi gajah dan warga agar tidak saling konflik.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pihaknya memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di TNWK Lampung Timur terus diperkuat, untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus melindungi satwa, terutama gajah Sumatera.

Menurutnya, operasi gabungan penanganan Karhutla masih berjalan, meski tidak lagi ditemukan titik api di kawasan TNWK. Personel pemadam kebakaran dan kepolisian, tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan merespons apabila kembali ditemukan potensi kebakaran.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca atau OMC, yang dipantau dari Bandara Radin Inten II. Hujan buatan dilakukan secara berkala, untuk menjaga kondisi kawasan tetap lembap, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.

Gubernur memastikan, kondisi gajah-gajah di TNWK Lampung Timur dalam keadaan baik. Ia melihat langsung sejumlah gajah, termasuk anak gajah, yang masih aktif makan dan bermain.

"Alhamdulillah kami melihat gajah-gajah sehat walafiat, makan, dan main. Anak-anak gajah yang kecil juga masih sangat-sangat semangat," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Di sisi lain, upaya mitigasi jangka panjang di TNWK Lampung Timur juga dilakukan melalui pembangunan sejumlah fasilitas, untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dan gajah.

Fasilitas yang dibangun antara lain pagar besi, high beam, serta struktur penghalang lainnya untuk mencegah gajah keluar dari kawasan TNWK menuju permukiman warga. Langkah tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko konflik antara satwa dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

Mitigasi juga dilakukan dengan mengembangkan tanaman dan kegiatan ekonomi yang tidak disukai gajah, seperti budidaya serai dan lebah. Selain menjadi bagian dari upaya mencegah gajah keluar dari habitatnya, hasil budidaya tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar TNWK.

Dari sisi pengamanan, Polda Lampung bersama TNI dan Polres Lampung Timur, masih menyiagakan sekitar satu peleton personel di wilayah Lampung Timur. Personel tersebut, membantu penanganan karhutla sekaligus mendukung sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kepolisian juga menggunakan dukungan teknologi untuk mendeteksi titik panas, termasuk drone yang dapat membantu memantau potensi api yang masih berada di dalam sekam atau material yang belum sepenuhnya padam. Jika titik api baru terdeteksi, penanganan dilakukan dengan dukungan water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

Pemprov Lampung juga mengajak masyarakat, untuk ikut menjaga kawasan konservasi tersebut, dengan tidak melakukan pembakaran lahan, perburuan liar, maupun penebangan ilegal.

Dengan penguatan mitigasi, pengamanan, dan perlindungan satwa, TNWK diharapkan tetap menjadi habitat yang aman bagi gajah sekaligus berkembang sebagai destinasi wisata alam bertaraf internasional yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved