Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Lewat Teknologi dan Inovasi
Lampungpro.co, 25-Jun-2026

Febri 249

Share

Pemprov Lampung Bersama Petani Mesuji | Lampungpro.co/Dok Kominfo

MESUJI (Lampungpro.co): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan kerja di Mesuji, untuk meluncurkan bantuan mesin pengering gabah (bed dryer) tahun anggaran 2026, di Desa Tanjung Mas Makmur, Mesuji Timur, Rabu (24/06/2026).

Selain meluncurkan fasilitas tersebut, Gubernur Lampung didampingi Bupati Mesuji, Elfianah, turut menyaksikan langsung proses produksi gabah, hingga siap kemas menjadi beras.

​Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mengikis ketertinggalan infrastruktur dan ekonomi di Mesuji.

Menurutnya, Mesuji merupakan daerah strategis pertanian yang menempati peringkat ke empat dengan luas tanam tertinggi di Lampung, yakni mencapai 56.000 hektar.

​Gubernur Lampung turut memaparkan langkah strategis, terkait pembenahan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Pada sektor hulu, Pemprov Lampung menginstruksikan pendistribusian bibit varietas unggul seperti IPB 9G dan IPB 3S yang dinilai adaptif dan mampu mendongkrak produktivitas hingga di atas 8 ton per hektar.

Di sisi lain, kelancaran distribusi pupuk di era kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto, juga terbukti mampu menaikkan produktivitas pertanian Mesuji, hingga hampir 30 persen pada tahun sebelumnya. Guna memperkuat capaian tersebut, Pemprov Lampung menggulirkan program fasilitas produksi pupuk hayati cair gratis di tiap desa.

"Kami siapkan setiap desa di Mesuji ini fasilitas pupuk organik cair atau pupuk hayati cair secara gratis. Kami sudah coba tahun 2025 di 500 desa se-Lampung, kenaikan produktivitasnya paling kecil 15 persen dan paling besar mencapai 30 persen," kata Rahmat Mirzani Djausal.

​Untuk sektor hilir, peluncuran teknologi bed dryer di 500 desa diharap menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik jatuhnya harga gabah, akibat pengeringan tradisional yang memakan waktu lama.

1 2 3

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved