Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Pendapatan Petani Melonjak, Gubernur Lampung Komitmen Wujudkan Kesejahteraan Hingga Tingkat Desa
Lampungpro.co, 29-Mar-2026

Febri 219

Share

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal | Lampungpro.co/Dok Kominfo

KOTABUMI (Lampungpro.co): Kenaikan harga gabah, jagung, dan singkong, mendorong lonjakan pendapatan petani termasuk di Lampung Utara, bahkan mencapai hingga dua kali lipat. Kondisi ini, menjadi angin segar bagi sektor pertanian sekaligus memperkuat daya beli masyarakat pedesaan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, penguatan harga komoditas tersebut, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI  Prabowo Subianto, yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen Rp6.500 perkilogram.

Selain itu, harga acuan jagung pipilan kering ditetapkan Rp5.500 perkilogram, dengan harga di tingkat petani kini stabil di kisaran Rp5.500 hingga Rp5.600 perkilogram.

Untuk komoditas singkong, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp1.350 perkilogram, dengan batas maksimal rafraksi 15 persen, yang turut memperkuat pendapatan petani di daerah.

"Kebijakan harga yang berpihak kepada petani berdampak nyata, terutama di daerah sentra produksi seperti Lampung Utara. Pemprov Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi desa," kata Rahmat Mirzani Djausal saat Musrenbang RKPD Lampung Utara Tahun 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026)

Pemprov Lampung juga telah mengalokasikan anggaran, untuk mendukung pelaksanaan program tersebut di seluruh kabupaten/kota, seperti penyediaan Pupuk Organik Cair (POC), mesin dryer, dan pelatihan vokasi.

"Program Desaku Maju kami hadirkan untuk memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan produktif," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Selain peningkatan produksi, bantuan mesin pengering juga memberikan nilai tambah ekonomi dengan potensi sebesar 247,2 ton atau Rp82,98 juta selama periode Juni 2025 hingga Maret 2026.

Program Desaku Maju juga terintegrasi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemprov Lampung akan memfasilitasi kerja sama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam program tersebut, agar desa dapat menjadi pemasok bahan baku pangan secara langsung.

Gubernur Mirza turut mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM), hilirisasi komoditas unggulan, dan pembangunan infrastruktur, sebagai pilar utama percepatan pembangunan di Lampung Utara. 

Ketiga sektor tersebut, dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mirza, peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama pembangunan, sebab Lampung Utara sendiri memiliki potensi besar di berbagai komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang yang perlu dikelola secara optimal. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya

Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved